Baru-baru ini ada agenda baru untuk Alwan dan Bagas tiap jam istirahat kedua datang. Entah bagaimana caranya, Nindi memaksa keras kedua sahabatnya untuk tetap berdiam diri di kelas. Bagas yang biasanya akan keluyuran entah kemana, menurut begitu saja ketika diiming-imingi akan dibuatkan bekal buatan tangan ayah Nindi sendiri. Kebetulan ayah Nindi memang terkenal dengan makanannya yang begitu lezat, meski bekerja sebagai hakim di sebuah pengadilan tinggi. Kalau mau jujur, baik Alwan dan Bagas sama-sama dibuat bingung akan tingkah Nindi kali ini. Bukan karena permintaannya yang tergolong aneh, melainkan keheranan karena permintaan Nindi yang bisa dibilang normal. Selama bertahun-tahun bersahabat, ini pertama kalinya Nindi tidak mengajak sahabatnya untuk bertingkah aneh. Terakhir kali Nindi

