Seorang Imoogi

1001 Kata
Jang-Whan seperti mereka, namun bukan bagian dari mereka, ia adalah seorang Imoogi (Ular Raksasa) yang ditugaskan dalam misi, jika satu tahun ia gagal dalam misinya, maka ia akan ditarik kembali dalam dunia bangsa meraka. Pada saat itu ia menjelaskan semuanya pada Hana, dari latar belakangnya, dalam pengakuannya, ia melihat Yu Jin yaitu tunangan Hana di kabarkan meninggal dunia di media telivisi, dari itu, ia berubah menjadi wujud serupa dengan Yu Jin sebab baginya orang meninggal tidak akan menjadi masalah. Orang meninggal mudah dilupakan begitu saja, maka tidak akan menjadi suatu perkara jika ia tiru wujudnya. Namun tetapi malah sebaliknya, ia dikagetkan oleh cerita Hana yang berspekulasi tentang tunangannya yang hidup kembali, atau berhasil selamat dalam kecelakaan tersebut, apalagi akhir-akhir ini banyak di kabarkan mayat yang hilang di curi sebagai bahan uji di laboratium pemerintah. Tetapi tampaknya bukan, pantas saja ketika Hana dan orang tua tunangannya membongkar pemakaman Yu Jin minggu lalu, ia masih melihat jasadnya terbujur kaku dan tak ada tanda-tanda kehidupan. Dan di samping itu, Hana terlalu kaku untuk mempercayai cerita panjang pria yang mengaku sebagai makhluk mitologi kuno itu, sebab cerita adanya makhluk Imoogi hanya berkembang di dalam rakyat Korea kuno, itu adalah cerita legenda rakyat Korea dulu. Apalagi saat ini merupakan zaman canggih yang serba mesin untuk mempercepat pekerjaan.  Selain itu, Jang-Whan pula mengaku bahwa memang dialah yang menolong Hana pada malam itu, tanpa sebuah maksud tertentu. Akan tetapi, ia mengaku, untuk menunjang kekuatannya yang berasal dari tindakannya sehari-hari. Syarat utama untuk memperoleh kekuatan mereka adalah dengan cara membantu menuntuskan permasalahan setiap orang, maka dari itu jika ia mengetahui ada yang meninggal karena bunuh diri maka ia merasa paling bersalah karena tidak datang dengan cepat menolongnya. Selama ini ia telah menyelematkan lebib kurangnya delapan puluh orang yang melakukan upaya bunuh diri di persebaran Korea. Ia pun mengaku senang membantu setiap orang, membuat orang senang. Dari itu, setiap pagi, di keramaian orang-orang yang berolahraga ia datang membagi-bagi sesuatu yang membuat manusia senang. Begitu pula dengan sore harinya, ia mencari seseorang yang memerlukan bantuan dalam permasalahan apapun yang mereka derita. Saat ia menyalurkan kebahagian kepada setiap orang, maka kekuatannya akan bertambah seketika. Begitu pula sebaliknya, jika ia melukai hati manusia maka kekuatannya akan berkurang dan bahkan menghilang. Dan satu pantangan yang harus ia tekuni, harus tetap menjaga keseimbangan selama hidup di dunia manusia, ia tidak diperkenankan jatuh cinta terhadap manusia, sebab jika ia jatuh cinta, maka relivitas tertinggi yang ia miliki sebagai bangsa Imoogi akan berubah menjadi manusia normal, layaknya manusia kebanyakannya. Ia akan menjadi manusia utuh tanpa memiliki kekuatan dan tidak dapat berubah kembali menjadi makhluk Imoogi. Sebab cinta adalah mengilhamkannya menjadi makhluk yang paling lembut layaknya manusia. "Bisakah Anda membuktikannya?" Ucap Hana. "Aku tidak dapat membuktikannya secara langsung kepada Anda. Aku takut hal itu akan menambah masalah. Jadi lihatlah ini...!" Seru Jang-Whan. Lalu ia berdiri, dan membuka pakaian yang membaluti tubuhnya, kemudian ia memejamkan matanya, sejenak ia seperti mendatangkan sesuatu di tubuhnya. Hana yang setengah kaget menganga terheran saat kulit Jang-Whan seketika dibaluti sisik-sisik hitam dan tebal. Hana gugup saat ia diminta menyentuhnya oleh Jang-Whan. Tetapi perlahan dengan ketakutan tangannya yang bergertar, ia pun menyentuh sisik-sisik hitam dan tebal ditubuh Jang-Whan itu. Selesainya Hana meraba kulit bersisik Jang-Whan, seketika itu pula sisik itu hilang dan kembali ke kulit mulanya.  "Maafkan aku...aku telah berwujud seperti tunanganmu," kata Jang-Whan, ia duduk kembali. "Sudahlah...kini aku mengerti sekarang. Terimakasih untuk datang dan bercerita jujur padaku!" Sahut Hana menunduk. "Apakah aku boleh tahu, Anda ditugaskan untuk berbuat apa didunia manusia?" Tanya Hana. "Panggil saja namaku, itu lebih terdengar akrab dari pada sebelumnya...dan maafkan, aku tidak bisa menceritakan hal itu. Ada sesuatu yang harus kami jaga saat terjun ke dunia manusia, kami tidak boleh ceroboh mengungkapkannya." Jang-Whan berusaha menutupi itu karena ia memahami karakter manusia yang mudah berubah, bahwa manusia adalah makhluk yang sering ingkar ketika berjanji. Itulah yang ditakuti Jang-Whan jika ia bercerita mengenai misinya di dunia manusia pada Hana. Ia takut manusia akan mencari tahu tentang mereka secara mendalam, kemudian berhasrat menundukkan dan menghancurkan bangsa mereka.  "Jika seperti itu, panggillah namaku juga...tetapi mengapa kamu menceritakan asalmu padaku!" kata Hana. "Kamu berbeda," kata Jang-Whan menjawab.  Bukan hanya akhir-akhir ini Jang-Whan merasakan aura yang berbeda dalam Hana, tetapi ia telah merasakannya saat ia menopang tubuh Hana di malam Hana meloncat dari gedung sekolah itu. Aura itu berbeda dengan kebanyakan manusia yang ia pahami selama ini, ia merasakan ketulusan di dalam hati Hana, bagai sebuah rambut putih yang sangat halus dan sangat lembut. Bahkan untuk saat ini, ia merasakan ketulusan hati itu pada Hana, jadi ia percaya bahwa Hana bisa menjaga apa yang telah ia ketahui sekarang ini. Dari pancaran matanya telah menandakan Hana bukanlah seorang yang suka ingkar janji, apalagi ia baru saja bercerita dengan jujur pada Jang-Whan mengenai janjinya dengan tunangannya mengenai cinta sehidup-semati, dan untuk memenuhi janji itu, Hana pun memutuskan dengan berani untuk bunuh diri padahal ia tahu sendiri bahwa perbuatan itu merupakan perbuatan yang tiada guna. "Terimakasih..." kata Hana. Meskipun Hana secara tidak langsung mengatakan akan membantu Jang-Hwan menyelesaikan misinya, namun ia berjanji pada dirinya sendiri akan membantunya. Kini Misteri satu persatu terungkapkan, ia perlahan memecahkan permasalahannya satu persatu, ia telah mengetahui pria yang ia akui sebagai tunangannya itu ternyata seorang Imoogi, makhluk mitologi ular raksasa yang menyerupai naga dalam kepercayaan cerita rakyat Korea zaman dulu. Yang memiliki kekuatan super secepat kilat dan sekuat baja. Akan tetapi, jika Jang-Hwan adalah seorang Imoogi penyelamat pertamanya, maka pria berwajah pucat penyelemat keduanya itu siapa?  Lagi-lagi Hana merasa dipermainkan dengan situasi ini, kedatangan Jang-Hwan dalam hidupnya yang mengaku seorang Imoogi ditambah lagi dengan pria pucat yang lebih dulu dia lihat itu. Dia hanya ingin mengetahui kebenaran tentang kekasihnya, tapi kenapa malah mendapatkan kenyataan yang lebih menyulitkan dirinya.  Imoogi yang datang didalam hidupnya seakan semakin menyeretnya dalam situasi yang susah di terima oleh orang-orang sekitanya. Bukankah itu akan semakin membuatnya terlihat gila. Jika mereka datang bermaksud baik untuk membantu setiap manusia yang dililit rasa tidak menyenangkan, kenapa juga harus dia. "Seharusnya aku tidak perlu punya pikiran untuk bunuh diri." batin Hana menyesali tindakannya kemarin. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN