… Aruna menatap sekilas wajah Anton, lalu kembali menundukkan pandangannya menatap d**a bidang Anton. Anton dengan wajah tenang terus membawa tubuh Aruna dalam gendongannya. Jujur saja, jika Aruna telah mengagumi wajah tampan suaminya. Meskipun, ia masih belum bisa menggapai hatinya. Waruna tersenyum manis, kembali menatap Anton. Anton menatap sekilas wajah Aruna, lalu kembali meluruskan pandangan. “Kau puas, membuat lenganku terasa sakit?” ucap Anton sinis. Aruna pun tersenyum, membiarkan telapak tangannya menyentuh rahang Anton, bahkan sebenarnya Anton merasa sangat terkejut dengan sikap Aruna yang sangat berani. “Mas, jangan khawatir. Aku akan memijat ini, nanti. Toh, aku begini pun karena ulahmu,” jawab Aruna dengan senyum manis. Mereka sudah ada di bandara Soekarno Hatta, ban

