… Aruna terbangun dari tidurnya, ia merasakan nyeri di seluruh tubuhnya, terutama di sela pahanya. Aruna meringis, ia menoleh kea rah samping tak ada Anton disana. Air matanya pun menetes, teringat perlakuan Anton semalam meskipun Anton mengubah ritmenya menjadi lebih lembut. Tetap saja, Aruna tidak ingin melakukan hal itu dengan cara terpaksa. Ia melihat bercak darah di sprei, itu adalah pembuktian, jika dirinya bukan w************n. Dia selalu menyimpan mahkotanya untuk suaminya, tapi ternyata ia mendapatkan suami yang hanya memanfaatkan dirinya. Aruna turun perlahan dari ranjang, ia menangis sesenggukan karena ia tak kuasa menahan sakit dan membuatnya jatuh terduduk di lantai. Saat itu pula, seseorang masuk dan ternyata itu adalah Anton. Aruna meremas selimut yang membalut tubuhn

