Emma menatap ruang kerjanya yang kini kosong. Meja yang selalu penuh dengan berkas-berkas kini terlihat rapi tanpa sisa pekerjaannya. Hanya satu kotak kecil berisi barang-barang pribadinya yang ia genggam erat. Ini adalah akhir dari perjuangannya di perusahaan Chris. Saat ia melangkah keluar, Mia sudah menunggunya di depan pintu dengan wajah penuh kekhawatiran. Tanpa berkata apa-apa, Mia langsung menarik Emma ke dalam pelukan erat. “Aku benci ini, Emma,” suara Mia bergetar. “Aku benci melihatmu pergi seperti ini. Kau tidak pantas diperlakukan seperti ini!” Emma tersenyum kecil sambil menepuk punggung sahabatnya dengan lembut. “Aku baik-baik saja, Mia. Percayalah.” Mia melepaskan pelukannya dan menatap Emma dengan mata berkaca-kaca. “Kau yakin ini yang terbaik?” Emma mengangguk tegas.

