"Andaru akhirnya ketemu sama sosok yang ninggalin kita, Ma," ucap Andaru dalam hatinya ketika berjalan di basement kantor dengan langkah berat. Semua kenangan saat sulit bersama Shinta berputar di ingatannya, membuat hatinya mengencang sakit. Ia rasanya ingin mencerca Prasmana lebih banyak, namun dia masih waras untuk tidak melakukannya. Pilihannya hanya melarikan diri, itu lebih baik untuknya sekarang. Sekeras apapun hati Andaru, dia mungkin akan luluh saat melihat air mata Prasmana. Sesampainya di depan mobil, Andaru tersadar jika ia masih menggendong anaknya. Abizar mungkin sekarang ketakutan karena amarahnya tadi. Ia berdecak, harusnya ia menjauhkan putranya terlebih dahulu. Sekarang sudah terlambat, dia mungkin hanya bisa meminta maaf. Andaru lalu membuka pintu mobol dan meletakan

