Saat putrinya dinyatakan tak lagi bernafas, rasa sakit sehabis melahirkan menjadi berkali-kali lipat dirasakan oleh Amina. Air mata dan isakannya bahkan tak lagi sanggup mengartikan kepedihan yang ia rasakan. Buah hatinya yang baru beberapa hari ia lahirkan, meninggalkannya untuk selama-lamanya. Amina yang kesehatannya menurun karena baru saja melahirkan, hanya beberapa kali melihat putrinya. Ketika pertama kali melihat wajah putrinya, Amina berpikir jika Alyssa akan menjadi kembarannya. Suaminya bahkan mengangguk setuju dengan pasrah—iri karena anaknya tidak mengambil wajahnya. Walau saat itu Dokter mengatakan bahwa penglihatan putrinya akan terganggu, Amina dan Andreas sudah ikhlas. Tapi, sayangnya sang putri tidak bisa merasakan ranjang kecilnya yang dirakit oleh Andreas saat pulang

