“Lo bisa cepat dikit enggak?” tanya Andaru yang kali ini duduk disamping Aulian dengan tak sabaran. “Bisa, kalo lo mau Sabrina jadi janda karena kita kecelakaan,” balas Aulian membuat Andaru yang mendengarnya hanya bisa berdoa bahwa isterinya bisa menunggu sedikit lagi. Mereka saat ini tengah dalam perjalanan menuju rumah kosong yang menjadi tempat penyekapan Sabrina. Beberapa menit kemudian, mobil yang dikendarai Aulian sampai di rumah kosong. Andaru langsung melompat dari mobil ketika kendaraan roda empat itu berhenti bergerak. “Sabrina!” teriak Andaru dari luar rumah. Pria itu lalu mendobrak pintu rumah yang telah usang itu hingga patah. Aulian yang berdiri dibelakang pria itu tercengang, ia selama ini berpikir jika Andaru itu adalah manusia yang lemah. Tapi tak menyangka sepupunya

