BAB 1| Diterima kerja
Setelah melamar kerja selama beberapa hari akhirnya aku dapat panggilan dari sebuah PT. Memang cuma kerja di sebuah pabrik gajinya tidak seberapa tapi cukuplah untuk memenuhi kebutuhan sehari hari sama biaya sekolah adikku.
"Selamat pagi, perkenalkan nama saya novi. Hari ini kalian di wajibkan untuk mengisi formulir sebagai salah satu syarat untuk kerja disini. " Ujar Novi--seseorang yang di tugaskan untuk menginterview karyawan baru.
Interview di lakukan selama beberapa hari, dan alhamdulilah aku di terima. Namaku Annasya nurfauziah biasa di panggil asya. Umurku 18tahun, aku anak pertama dari 2 bersaudara dan aku berasal dari keluarga yang sederhana kedua orang tuaku bercerai saat usia ku 1 tahun dan sempat bersatu kembali hingga adikku lahir kemudian kembali berpisah.
Setelah lulus sekolah menengah atas aku memutuskan ke kota B untuk mengadu nasib. Dikampung aku hanya tinggal berdua dengan ayah sedangkan adikku tinggal sama nenek. Ibuku pergi menjadi TKW semenjak berpisah dengan ayahku sampai sekarang ibuku belum kembali dan sekarang aku di kota B untuk sementara tinggal bersama bibiku adik perempuan dari ibu.
Aku berjalan dengan langkah lelah menuju rumah. Kemudian membuka pintu pagar dan di sambut dengan pertanyaan oleh bibi.
" Kumaha sya?? Katampi teu? (Gimana sya, keterima ngga)" Tanya bibiku-- Bi yani.
"Alhamdulilah bi, keterima" Jawabku sambil tersenyum.
"Alhamdulilah, yaudah sekarang mah mandi dulu, makan, terus istirahat biar besok banyak tenaganya."
"Iya bi"
***
"Syaa, siang neng ... Geura gurah (cepat bangun) "
"Jam berapa sekarang bi?
" Jam 6 neng"
Aku langsung bangun ngambil handuk kemudian langsung lari menuju kamar mandi
"Bibi mah naha henteu ti subuh ngagugahkeunna jadi we asya kasiangan. (Bibi kenapa banguninnya gak dari subuh asya jadi kesiangan" Ucapku di dalam kamar mandi.
"Bibi dari subuh udah bangunin buat sholat subuh kamuna we hese hudang reup deui reup deui. (Kamunya aja susah bangun tidur lagi tidur lagi) "
Kemudian bibi pergi sambil geleng geleng kepala dan melangkah keluar dari kamar asya.
***
"Assalamualaikum bi, Asya berangkat dulu" Pamitnya sambil mencium tangan bibi.
"Waalaikumsalam, hati hati di jalan neng"
"Iya bi"
Nasyya berangkat dengan memakai bus jemputan yang dari tempatnya bekerja, asya baru tau kalo di tempatnya kerja di sediakan jemputan buat yang tempat tinggalnya jauh dan asya tau dari bibinya setelah kemarin bibinya ngobrol dengan tetangga yang juga sama bekerja di tempat asya kerja. Asya seorang anak rumahan dia gak terlalu suka berada di luar rumah makanya asya tidak tau kalo tetangganya juga ada yang bekerja di tempat yang sama.
Setelah 30 menit menunggu...
"Meuni lila, nungguan geus satengah jam oge (lama banget, nunggu udah dari setengah jam juga) " Omel asya ada dirinya sendiri .
Tiba tiba...
"Hay, nunggu jemputan ya" Sapanya pada asya.
"Ehh iya teh, teteh juga nunggu jemputan? " Tanya asya balik.
"Iya, biasanya datang jam 06.50"
"Owalahh aku kesininya kepagian ... Hehe"
"Jam berapa emang kamu berangkat? "
"Jam 06.20 kurang lebih ... Hehe"
"Pantesan, tadi aku sampe sini diliatnya kamu lagi ngomel ngomel ... Kamu anak baru ya? "
"Iya teh, baru kemarin keterima kerja"
"Pantesan baru liat ... Ohh iya btw, kenalin namaku farida biasa di panggil ida" Ucapnya sambil mengulurkan tangan kanan nya pada asya.
"Aku nasya teh biasa di panggil asya" Jawab asya tersenyum sambil membalas uluran tangannya. "Salam kenal ya teh, semoga kita berteman baik" Harapannya.
"Ahh pasti, salam kenal kembali" Balasnya sambil tersenyum.
Tidak lama setelah itu, bus jemputan pun datang kemudia mereka berdua naik dan pergi menuju tempat kerjja.
***
Selama di perjalanan mereka ngobrol layakna seseorang yang sudah berteman lama.
"Btw, kamu di sini tinggal sama siapa? "
"Aku disini sama bibi adikknya ibu"
"Eumm, gak ngontrak? "
"Adasih niatan ngontrak cuma nanti abis gajian kalo sekarang aku belum ada biayanya"
"Iyaiya, nanti kapan kapan aku main deh ... Kalo kamu udah ngontrak kalo mainnya sekarang ke rumah bibi kamu aku malu lah"
"Lah kenapa malu? Bibi aku seneng banget pasti aku udah punya teman baru"
"Malu aja. "
Dan mereka pun melanjutkan obrolannya dari mulai pekerjaan, percintaan, kesehariannya, dan lain lain.
Akhirnya mereka berdua sampai di tempat tujuan. Di karenakan asya masih baru jadi dia masih di bimbing sama pembimbing sedangkan ida dia sudah lama kerja disitu. Asya dan teman temannya yang baru keterima di bawa masuk ke sebuah ruangan oleh pembimbing dan ida langsung masuk ke lapangan.
Asya di tempatkan di bagian winding. Asya bekerja pada sebuah pabrik tekstil dia di tempatkan pada proses merubah gulungan benang dari bentuk cops menjadi bentuk Cones dan pengembalian moto atau kualitas. Proses ini kecepatan tangan sangat di utamakan. Asya sangat yakin kalo dia pasti bisa.
Saat masuk lapangan asya menutup telinganya karena suaranya yang begitu berisik. Sama pembimbing asya di arahkan untuk mengerjakan mesin 1.
"Gini ternyata kerja di pabrik teh" Batin asya. "Tapi aku harus semangat demi ade. "
Di mesin itu asya di tempatkan sama seorang yang sudah lama bekerja disitu.
"Anak baru" Tanyanya.
"Iya teh" Jawab asya sambil tersenyum.
"Jadi anak baru harus nurut sama senior, jangan belagu"
"Kenapa? "
"Ya karena lo anak baru gue di sini udah lama" Asya hanya mengangguk saja dia malas untuk berdebat.
"Nama lo siapa? "
"Aku asya teh" Jawab asya sambil tersenyum.
"Sini." Asya mendekat kemudian bertanya.
"Kenapa? "
"Buang majun"
"Kemana? "
"Ya ke tempatnya kemana lagi? "
"Iya dimana tempatnya teh? " Asya kembali bertanya dengan sabar.
"Tanya sama orang"
"Emng teteh bukan orang? "
"Lu berani sama gue"
"Lahh saya kan cuma nanya, kenapa jadi marah tetehnya? "
"Cepat buangsebelum pengawas datang kesini" Asya hanya menurut bukan asya takut untuk melawan tapi dia disini masih baru gak lucu dong baru masuk lamgsung kena masalah aja gitu batinnya.
Jam sudah memasuki waktu istirahat asya keluar lapangan dengan membawa botol minum, dia pergi menuju kantin sendirian. Dia akhirnya menemukan kantin yang sudah di carinya kemudian mengambil nasi (kalo di pabrik makan nya ttuh kek kalo parasmanan di kondangan nasi dan lauk pauknya ngambil sendiri) . Setelah selesai dia duduk di meja yang kosong lalu memakan nasinya.
"Boleh dudukdisini" Tanya seseorang. Asya melihat seorang laki laki tengah bertanya padanya.
"Sok aja" Jawab asya. Kemudian lelaki itu pun duduk di hadapan asya.
Setelah beberapa minggu kerja asya kemudian di pindahkan ke mesin lain, dia di sana bekerja sama orang orang baik dan tidak ada lagi yang bersifat sok senior seperti kemarin asya juga sekarang kerjanya sudah di shiff pagi siang dan malam.