BAB 2| pindah kontrakan

1094 Kata
Sekarang aku punya banyak teman setelah beberapa minggu kerja disini. Hari ini, tanggal gajian pertamaku. Setelah Mengambil uangnya aku memutuskan untuk mencari kontrakan. Setelah bertanya pada teman teman ku akhirnya aku dapat kontrakan yang dekat dengan tempatku bekerja. *** Jam menunjukan pukul 07.00 malam. Setelah makan malam aku meminta izin pada bibi kalau besok aku mau pindah kontrakan. "Bi." Ucap asya ragu. "Yaa, kenapa neng? Ada yang mau di obrolin? " Tanyanya. "Eumpp, asya besok mau pindah ke kontrakan boleh? Asya udah dapat kontrakannya, tempatnya nyaman kalo buat asya, deket juga sama tempat kerja" "Loh, kenapa harus besok kamu gak betah tinggal disini? " "Bukan gitu bi, asya gak enak aja kalo disini terus ... Asya juga pindah cepet cepet biar deket sama tempat kerja bi. " "Yaudah kalo itu maunya kamu bibi cuma bisa dukung aja, disananya hati hati sering sering maen kesini kalo ada apa apa langsung telepon kalo ngga datang langsung aja ke sini" "Iya bi, insyaalloh asya sering sering kesini kalo libur kerja. " *** Hari ini, asya sedang bersiap siap untuk pindah ke kontrakannya. Dia mengeluarkan barang barang yang akan di bawanya dengan mobil pick up yang dia sewa. " Teh, sering sering main kesini ya. Jangan Mentang-mentang udah punya tempat baru jadi lupa ke sini. Sekarang zia gak ada teman nonton drakor lagi, gak ada teman buat cerita perihal k-pop juga kalo teteh nya pindah mah" Ucap zia--anaknya bi yani. "Atuh pasti neng, masa iya teteh lupa kesini" Ucap asya sambil terkekeh. "Ya takutnya teteh lupa kesini karena udah ada teman baru atau keluarga baru disana, siapa tau" "Keluarga teteh ya cuma kalian gak ada keluarga baru sebelum teteh di persunting sama seseorang... Mau ikut gak neng ke kontrakan teteh sekarang biar nanti kalo mau maen udah tau tempatnya. " Asya mengalihkan pembicaraan. "Pengen sii teh tapi zia masih banyak tugas belum selesai. " Ucapnya sambil memasang wajah cemberut. "Yaudah kalo gitu selesain dulu aja tugas sekolah kamu nanti mainnya bisa kapan kapan" "Yaudah deh, kapan kapan aja mainnya" "Udah dong cemberutnya, teteh janji bakalan sering sering maen ke sini" "Janji ya, gak bohong? " "Iya teteh janji" "Yaudah bibi, mang asya berangkat dulu ... Asslamualaikum" "Waalaikum salam, jangan lupa sering maen kesini ya" Ucap bibi. "Iya" Balas asya sambil tersenyum, kemudian mencium punggung tangan bibi mamangnya dan pergi meninggalkan pekarangan rumah dengan pick up yang sudah di sewa olehnya. *** 1jam kemudian asya sampai di kontrakannya, dia membantu orang yang menurunkan barang barangnya. Setelah selesai asya memberikan tips pada orang orang tersebut. "Nuhunnya mang, nging kapok tos di piwarang ku asya kadieu (makasih ya mang, jangan kapok udah di suruh sama asya kesini) . " Ucap asya sambil tersenyum kepada orang yang sudah mengantarkannya kesini. "Atuuh moal neng, komo aya tips namah (gak bakal neng, apalagi kalo ada tips nya) " Ucap orang itu sambil terkekeh. "Yaudah atuh neng, amang pamit dulu ya keburu siang mau kerja" Pamitnya. "Ahh muhun (iya) mang, hati-hati di jalan. " "Assalamualaikum" "Waalaikumsalam" Setelah mobil pergi, asya pun masuk ke kontrakannya. Dia langsung membereskan barang barang nya. Setelah selesai... "Uuhh capek" Keluhnya sambil mengusap pelipis dengan punggung tangannya. Kemudian dia menggelar tikar di lantai lalu tiduran dengan beralaskan tikar. "Selamat datang alam damai" Monolognya. Asya memang sudah lama ingin keluar dari rumah bibinya, bukan apa hanya saja asya gak suka keramaian. Tinggaldi rumah bibi nya pun asya terpaksa karena belum ada biaya buat ngontrak. Dia merasa tidak enak lama lama tinggal disana apalagi anak anak kecil yang suka mengganggunya. Akhirnya setelah menunggu waktunya sudah tiba dan dia sekarang sangat merasa damai. Tidak terasa jam sudah menunjukan pukul 15.00 dan asya tertidur dengan lelapnya. Hal yang sangat di inginkannya agar bisa istirahat tanpa ada yang mengganggu akhirnya tercapai. Asya terbangun karena perutnya yang lapar dia dari pagi belum ada sedikitpun makanan yang masuk pada perutnya. Setelah itu dia pergi mandi, setelah mandi selesai asya pergi untuk membeli beras dan lauk pauknya ke sebuah minimarket terdekat. Dia mengenakan celana joger panjang, sweeter hoodi, sendal jepit dan rambut yang di ikatnya asal. Hanya butuh waktu 15 menit akhirnya asya sampai, dia kemudian mengambil keranjang dan membeli barang sesuai keperluan nya, setelah selesai asya berjalan ke kasir untuk membayarnya. Selesai membayar belanjaan nya asya kembali menuju kontrakannya. Di tengah jalan ada yang menyapanya. "Hey" Mengagetkan asya. "Ehh, hay" Jawab asya. "Dari mana sore sore gini? " "Abis belanja keperluan dapur" Jawab aasya seadanya. "Ehh, kek nya kita pernah bertemu ya? " Tanya asya. "Iya, waktu itu aku ikut duduk sama kamu pas di kantin pabrik" Jawabnya sambil tersenyum. "Kerjanya di shiff bang? " "Aku nonshif" "Pantesan jarang lihat, btw abangnya abis dari mna? " "Dari rumah temen, kebetulan lewat sini eh ketemu kamu ... Nama kamu asya bukan? " "Ko tau? " "Hehe dari teman,btw nama aku jhon biasa di panggil bang jon, tapi kalo kamu mau manggil sayang juga gak papa" Ucapnya sambil terkekeh. "S'abang bisa aja" Jawab asya sambil tersenyum. Mereka pun mengobrol panjang sampai di belokan jalan mereka berpisah. Sesampainya di rumah asya langsung mengeluarkan belanjaannya. Dia kemudian mencuci beras dan mulai memasak untuk mengisi perutnya. *** Asya hari ini izin untuk tidak masuk kerja dulu selama sehari, dia hari ini berencana akan membersihkan kontrakannya. Dia pun kerja jadwal shif pagi, kalo kerja shift pagi biasanya tiap hari senin sampai sabtu akan bertemu dengan yang nonshift yang kerjanya cuma dari jam 08.00 pagi sampe jam 16.00 sore. Di lain tempat, seorang lelaki lagi celingukan mencari seseorang di mesin winding... "Kemana dia?? Apa gak masuk?? Kenapa? Sakitkah?? " Pertanyaan beruntun untuk dirinya sendiri. Akhirnya dia memberanikan diri untuk bertanya pada seseorang yang satu mesin dengan orang yang di carinya. "Teh." Ucapnya ragu. "Iya, kenapa? " "Asya hari ini masuk gak? " "Ohh asya, gak masuk dia katanya sii izin ada keperluan" "Ohh gitu ya, yaudah makasih ya teh. " "Sama sama, omong omong ada apa tumbenan nyari asya? " "Gak ada papa sii teh" Ucapnya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Suka ya sama asya?" "Ehh." Kagetnya. "Ngga ko teh cuma lagi ada perlu aja. " Bohongnya, padahal jelas sekali dari wajahnya yang memerah menahan malu karena ketauan suka sama asya. "Jangan bohong, wajah kamu udah merah tuh" Ucap ida sambil tertawa. "Ngga teh, " Jawabnya. Kemudian dia pergi kembali ke ruangannya. Yaaa orang itu adalah jhons sejak pertama kali bertemu asya dia memang sudah menyimpan perasaan sama gadis itu. Menurutnya asya menarik dengan sikapnya yang cuek dan akan menjawab seadanya kalo diajak bicara. Jhons yang memiliki perawakan tinggi putih dan ganteng tidak lantas membuat asya langsung tertarik, untuk itu jhons sangat menginginkan asya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN