BAB 3| Pendekatan

1292 Kata
Kriing... Kriiing... Kriiing....!! Jam menunjukan pukul 04.30 alarm berdering, kemudian asya terbangun untuk melaksanakan kewajibannya sebagai muslim dan bersiap siap untuk pergi bekerja. *** Asya sampai di tempatnya bekerja, asya mampir sebentar ke warung untuk membeli sarapannya. Asya kemudian berjalan menuju lokernya, setelah semuanya selesai asya kemudian berjalan masuk untuk bekerja. "Selamat pagi asya. " Ucap ida pada temannya itu. "Pagi teh. " Jawab asya sambil tersenyum. "Jadi pindah kontrakannya? " "Jadi,aku pindah hari sabtu kemarin pas libur terus izin sehari buat beres beres soalnya aku kalo nunggu nanti nanti lagi pasti gak sempet kan teh cape soalnya. " "Eump iya siih, ohh iya kemarin ada yang nanyain" "Siapa teh? " Tanya asya penasaran. "Itu orang yang di 5a, keknya suka sama kamu. " "Si teteh mah masa iya suka sama asya kenal juga ngga" "Pan cinta mah sok datang secara tiba tiba sya. " Ujarnya sambil tertawa. Asya pun hanya geleng geleng kepala. "Namanya siapa teh? " "Jhons, anak packing yang di 5a. Ganteng lo sya orangnya" Asya hanya ber-oh ria saja mungkinkah jhons yang kemarin bertemu dengannya pikir asya, dia pun hanya mengangkat bahunya acuh. *** Jam istirahat tiba, asya pergi menuju kantin untuk mengisi perutnya. "Oyy sya, tungguin" Teriak seseorang. "Yaudah sii tinggal ikutin" Asya memutar bola matanya malas. Di tengah jalan asya seperti melihat seseorang yang sedang memerhatikannya tapi asya hanya acuh dan berlalu begitu saja. Asya dan ida duduk di bangku paling pojok supaya tidak ada yang mengganggu. Kemudian mereka pun makan dengan tenang tanpa menghiraukan orang orang di sekitarnya. Istirahat selesai asya dan ida kembali menuju tempat kerjanya, saat berjaga asya di kagetkan oleh seseorang. "Sya." Ucapnya sambil tersenyum. "Astagfirulloh kaget abang ihh, asya lagi jaga sendiri juga ngagetin aja. " Omelnya. Ya orang itu jhons yang kemaren bertemu dengannya. Jhons pun terkekeh melihat ekspresinya asya, menurutnya asya sangat menggemaskan. "Lagian kerja nya ko serius banget" Ucap jhons sambil terkekeh. "Abang ngapain kesini? " Tanya asya. Jhons pun gelagapan dia bingung mau menjawab apa karena dia datang kesini pun cuma mau bertemu dengannya. "Eump, itu... A--nuu" "Anu apa? " "Ida nya kemana? Ko kamu jaga sendirian? " Ucapnya mengalihkan pembicaraan. "Lagi aplusan sama mesin 5 kan yang jaga lagi istirahat" "Ohh gitu" "Abang belum jawab pertanyaan asya, ngapain abang kesini??" Mengulangi pertanyaannya. "Gak ada apa apa sii cuma pengen aja main kesini. " Asya hanya menganggukan kepalanya. "Kemaren, kenapa gak masuk sya? " "Ada keperluan urgent jadi gak bisa masuk" "Ohh" Jawabnya tanpa mau bertanya lebih lanjut lagi. "Abang lagi gak ada kerjaan emangnya? " "Gak ada makanya abang kesini, pengen bantuin kamu. " Ucapnya. "Janganlah, nanti kalo ada pengawas gimana? Asya yang kena omel masa iya anak 5b di bantu sama anak 5a kan gak lucu" "Lah emang kenapa kalo anak 5b di bantu sama 5a? "Tanya jhons sambil menaikkan sebelah alisnya. "Takutnya nanti ada yang iri terus bilang sama atasan yang ngga ngga gimana? " Jhons pun tertawa mendengar ucapan asya lalu berkata... "Ya gak bakalan ada atuh sya, kalo jam istirahat biasanya yang nonshift emang suka bantu bantu yang di shift baik itu yang di 5a maupun di 5b" Jelasnya. "Ya siapa tau kan, yaudah lanjutin katanya mau bantuin asya jangan ngajak ngobrol terus." "Baik ndoro." Ucap jhons sambil menundukan badan. Mereka pun melanjutkan pekerjaan nya tanpa mengobrol karena sedang di awasi oleh atasannya. *** Jam 13.35 asya keluar dari gedung tempatnya bekerja, dia berjalan menuju lokernya untuk mengambil tas dan sweeter hoodienya. Saat membuka loker, ada sebuah note dan coklat yang di pakaikan pita dari seseorang. Ini dari siapa? Tanya asya pada dirinya sendiri pasalnya tidak ada nama pengirim, kemudian dia pun mengambil note tersebut dan membawanya pulang. Sesampainya di kontrakan, asya langsung membuka sepatunya masuk ke dalam kemudian menggantungkan tas kerjanya. Tak lama setelah itu dia tiduran di kasur lapuknya sambil memainkan hp nya. Asya kepikiran soal note tadi yang entah dari siapa, kemudian dia pun kembali beranjak dan membuka note tersebut 'coklat yang manis untuk yang termanis' ini dari siapa ya? Pikirnya, yaudahlah siapapun pengirimnya terima kasih... Ucap nya, kemudian asya pun memakan coklat itu. *** Hari sudah sore... Asya terbangun dari tidurnya, setelah itu dia mandi kemudian pergi keluar untuk membeli membeli makanan. "Sekalian beli cemilan aja buat malam nanti" Monolog nya saat sampai di tempat makanan yang akan di beli asya tidak sengaja bertemu dengan jhons. "Aduh, maaf gak sengaja." Ucap asya. Kemudian pria itu pun berbalik. "Asya." Kagetnya. "Dunia tuh emang sempit ya ketemu lagi ketemu lagi,di mana mana adaa aja abang tuh,heran" "Itu artinya kita jodoh" Seketika mata asya pun melotot. Jhons pun tertawa melihat wajah menggemaskan asya. Entah kenapa asya kalo berhadapan dengan orang itu pasti bawel, padahal asya termasuk orang yang pendiam, dia cuek termasuk sama keluarganya sendiri tapi sama jhons dia menjadi lebih mencair sedikit. Setelah mereka keluar jhons pun mengajak asya untuk mampir dulu sebentar ke sebuah caffe, mereka di sana mengobrol panjang. "Sya" "Hemp" "Boleh minta wa kamu ngga? " "Buat apa? " "Yaaa siapa tau aja nanti butuh" "Yaudah mana siniin hp abang" Sambil menengadahkan tangannya. "Nii udah" Ucap asya sambil mengembalikan hp nya jhons. "Makasih" Ucap jhons sambil tersenyum dengan hati yang girang. Akhirnya dia bisa juga mendapatkan no wa nya asya, semakin mempermudah jalannya untuk mendekati asya. Kemudian mereka pun kembali melanjutkan obrolan nya yang tadi. Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 06.00 sore asya baru sekarang keluar selama ini. "Bang asya mau pulang aja, udah magrib juga" "Ada yang marah iya kalo abang ngajak kamu keluar? " "Gak ada bang, cuma asya belum nyalain lampu di rumah asy kan tinggalnya sendiri." "Emang kamu di sini gak ada keluarga? " "Ada, tapi asya gak enak kalo tinggal sama bibi terus" "Ohh gitu" Ucap jhons sambil menganggukan kepalanya. "Yaudah yu, abang antar" "Gak usah, deket ini ko" "Gak papa, yu" "Ngerepotin gak bang? " "Ya engga lah kan abang yang nawarin" Jawab jhons sambil mengacak acak rambutnya asya. Hati asya tidak karuan rasanya kek nyaman aja di perlakukan seperti itu sama jhons. Mungkinkah asya juga sudah mempunyai perasaan terhadap dia atau hanya sekedar nyaman aja. Entahlah hanya asya dan tuhan yang tau. Kemudian mereka pun pergi menuju kontrakannya asya menggunakan motor nya jhons, gak sampai 15menit asya sudah sampai di depan kontrakannya. "Disini sya? " "Ya, mampir dulu gak bang? " "Kapan kapan aja, sekarang Abang harus balik ada urusan sebentar" "Gitu ya, yaudah atuh makasih ya bang udah nganterin asya" "Sama sama, yaudah abang balik dulu, bye" Ucapnya sambil melambaykan tangan. "Bye hati hati di jalan bang" Balas asya sambil membalas lambayan tanggannya jhons. Setelah motor jhons tidak keliatan asya kemudian masuk ke kontrakannya dan menyalakan lampu, kemudian dia pergi mandi lalu melaksanakan kewajibannya sebagai muslim. *** Asya sudah berada di tempatnya bekerja, pagi pagi sekali jhons sudah ada di depan lokernya saat asya sampai. "Rajin amat abang pagi pagi udah disini aja" Ucap asya. "Iya dong, sekarang abang udah satu shifft sama kamu abang juga sekarang satu ruangan sama kamu bedanya abang bagian pengemasan" "Bisa gitu ya abang" "Gitu gimana? " Tanya nya bingung. "Iya bisa jadi kerja di shiff sama jadi satu ruangan sama asya" "Iya, kemarin katanya di ruangan kamu kekurangan orang dan abang yang di pilih atasan buat pindah ke ruangan kamu" Asya hanya ber-oh ria sambil menganggukan kepalanya. "Sarapan belum sya? Abang bawa roti lebih kalo mau" Tawarnya. "Udah bang tadi di depan, makasih tawarannya" Ujar asya sambil tersenyum. "Yaudah kalo gak mau, mau abang makan lagi aja belum kenyang soalnya" "Yeee, peerut kekenyangan yang ada nanti abang pas kerja ngantuk" "Ngga dong" "Ahh masa" "Iya" Mereka pun tertawa, tanpa mereka sadari dari tadi ada yang memperhatikan mereka dengan tangan terkepal. "Awas lo asya, berani deketin orang yang gue suka" Amarahnya. Tidak lama setelah itu asya dan jhons pun pergi menuju ruangan kerjanya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN