BAB 5| PERINGATAN

766 Kata
Seorang gadis cantik dengan mata coklat itu tengah bersiap menuju tempat kerjanya, setelah 3hari izin karena sakit. Asya menghirup udara pagi yang sangat menyegarkan, hari ini dia siap kembali untuk memulai aktifitasnya. Asya berjalan menuju warung langganannya untuk membeli sarapan. Setelah selesai asya melanjutkan langkahnya menuju loker. Tiba tiba di tengah jalan asya di hadang oleh seorang perempuan. "Heh lo." Garangnya. "Ya" Jawab asya sambil menaikan alisnya sebelah. Pasalnya dia tidak mengenal gadis di depannya ini. "Gue peringatkan sama lo jangan pernah deket deket lagi sama jhons atau lo tau sendiri akibatnya." "Emang situ siapa bisa ngelarang saya?" Tanya asya bingung. "Gue stella PACARnya jhons." Menekan kata pacar. "Ohh ya? Sejak kapan memang kalian pacaran?" Mendapat pertanyaan seperti itu stella hanya bungkam pasalnya dia sama jhons pun tidak pernah jadian bahkan dekat pun tidak, hanya saja dia sangat menyukai jhons sehingga akan mengaku bahwa dia pacarnya terhadap siapapun yang mendekati jhons. "Kenapa gak jawab?" "Ya pokoknya gue sama jhons tuh udah pacaran lama jadi gue ingetin lo sekali lagi jangan berani beraninya lo deketin dia." Asya hanya tersenyum miring, dia melihat bahwa stella menyimpan kebohongan di matanya dan hanya terobsesi dengan jhons sampai dia melakukan hal seperti ini, tetapi asya tidak peduli dan dia memilih pergi meninggalkan stella dengan segala u*****n yang di keluarkan untuknya. *** Semenjak kejadian itu, asya kembali menjadi murung dan dingin terhadap sekitar, dia kembali di kecewakan oleh keadaan padahal nyatanya dia belum tau ada apa sebenarnya dan dia menjaga jarak dengan jhons sampai membuat lelaki itu kebingungan. Saat memasuki kantin asya tidak sengaja bertatap mata dengan jhons dia akhirnya tersadar dan kembali melihat ke arah lain. "Sya, tunggu dulu." Jhons mencekal sebelah tangannya asya. "Kenapa?" "Boleh ngobrol sebentar." "Asya mau istirahat dulu bang, nanti aja." Jhons hanya menghembuskan nafas. Dia merasa asya menghindarinya. Asya kembali melanjutkan jalannya tanpa menunggu persetujuan jhons. Jhons pun hanya melirik asya kemudian pergi menuju tempat kerjanya kembali. Jam sudah menunjukan waktu nya pekerja shift 1 pulang, jhons cepat cepat menuju tempatnya asya bekerja tetapi dia tidak menemukannya. Jhons pun kembali berjalan menuju loker mereka berdua dan di sana pun jhons sudah tidak menemukan asya, jhons mencari hp nya berniat ingin menghubungi asya tetapi tidak di angkat ataupun di balas sama sekali oleh asya, jhons lun hanya pasrah dan berjjalan dengan lesu menuju parkiran. "Muka lu kenapa bro?" Tanya dhani sahabatnya jhons. "Gue ngerasa asya jauhin gue" "Jauhin lo karna apa? " "Entahlah, gue juga gak tau kenapa dia jauhin gue" "Lo nya buat salah gak sama dia? " Jhons pun berpikir keras kesalahan apa yang sudah dia perbuat sama asya. "Gue ngerasa gak ada salah sama dia." "Yaudah, nanti lo tanya baik baik sama dia kenaap dia kek gitu jangan cuma uring uringan kek gini, kalo perlu datangin rumahnya ajak keluar terus obrolin baik baik." Jhons pun hanya mengangguk mendengar saran temanannya itu. "Yaudah, gue duluan bro ada urusan soalnya." "Laga lo sok sibuk" Cibir jhons dani pun hanya terkekeh dan meninggalkan jhons sendiri di parkiran. *** Hari ini asya tengah terduduk di kursi taman dengan kaos pendek celana traning, sepatu olahraga, dan tidak lupa rambut kucir kuda nya. Dia baru saja melakukan jogging dan beristirahat di bangku taman kemudian meminum air yang berada di dalam botol. Matanya tidak sengaja melihat sebuah keluarga yang tengah tertawa tanpa beban, dia tersenyum miris menyaksikannya. "Hal yang sangat aku inginkan dan hal yang tidak akan pernah terkabulkan" Saat dia berdiri tiba tiba ada yang menggenggam tangannya, dia menengok ternyata jhons. "Kenapa disini ban?" Tanya asya. "Ini kan tempat umum sya." "Terus kenapa megang tangan asya terus bisa lepasin gak bang?" Jhons pun kemudian melepaskannya. Asya hendak pergi tetapi kembali tangannya di pegang jhons. "Abang mau bicara dulu sama kamu sebentar aja sya." Asya pun kembali duduk. "Ngomong apa?" "Kamu kenapa jauhin abang? Abang buat salah sama kamu? Coba bilang sama abang apa kesalahan abang jangan jauhin abang kek gini sya, biar abang bisa memperbaikinya." Asya hanya diam. "Sya." Panggilnya "Asya gak jauhin abang cuma asya pengen jaga jarak aja sama abang asya cuma menghargai perasaan pacarnya abang." "Pacar?" Sambil menyatukan kedua alisnya. "Sejak kapan abang punya pacar sya?" "Ya gak tau ko tanya sama asya kan abang yang jalanin." "Tapi abang gak punya pacar asya." "Kemarin ada yang bilang sama asya abang sama dia pacaran udah lama makanya asya di ingetin buat jauh jauh dari abang, jangan kek gitu lah bang pacar sendiri ko gak di anggap." "Siapa yang bilang kek gitu sama kamu? " Asya tidak menanggapi pertanyaan nya jhons. Diapun kemudian berdiri dan pergi meninggalkan jhons sendiri. Tangan jhons terkepal kuat dia harus mencari tau siapa pelakunya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN