''Allena, apakah semua itu benar?'' Aku hanya diam. Pertanyaan Kak Andrew bagaikan sebuah tombak yang langsung tertancap dalam tepat di hati. Rasanya sangat sakit. Apakah sebuah kebenaran yang tidak kuinginkan akan menjadi jurang pemisah diantara kita? Aku tidak mampu untuk menjawabnya. ''Tentu saja itu benar. Semua orang sudah mengetahui tentang hal ini, tapi semua terpaksa diam karna satu jam yang lalu Pak Sebastian meminta agar tidak ada yang membahas hal ini. IBukankah itu semaakin membuat yakin bahwa Allena memang adalah seorang wanita monster?'' sahut Lucy kembali memberi penjelasan tanpa di minta. Lagi-lagi aku hanya diam. Benar-benar sudah tidak bisa berbicara. Berbagai penjelasan yang disampaikan Lucy sudah sangat cukup kehilangan kata seolah bisu seketika. Sekaranag

