Akhirnya aku bisa juga melihat tulisan besar yang berada atas gedung berlanai tujuh di depan sana. Benar-benar tidak bisa kupercaya, apalagi etelah berbagai dram kebetulan yang membuat hati kesal. Universitas Dharma Putra, Allena kembali. Bagaikan seorang anak kecil yang sedang berkunjung ke sebuah taman bermain, aku langsung bergegas turun saat limousine car yang membawaku berhenti. Bahkan, Mike belum sempat melakukan kebiasaanya membukakan pintu, aku sudah berada di luar. Tanpa menunggu lebih lama langsung setengah berlari menuju lapanagn basket. Pertandingan Kak Andrew pasti sudah akan berakhir sekarang. Aku menghentikan langkah, menoleh ke belakang saat menyadari ada Mike yang sedang mengikuti berada tidak jauh di belakang. ''Paman, apa ada Sesuatu yang ingin di sampaika

