''Sayang, tunggu sebentar.'' Aku yang sudah bangkit untuk keempat kalinya dari tempat duduk menoleh, melihat Mama yang sedang meihat dengan tatapan yang susah dijelaskan. ''Ada apa, Ma?'' tanyaku kemudian. Ntah apa yang ingin dikatakan Mama sekarang. Mencoba menghentikanku lagi? Tidak bisa, tidak mau, dan yang pasti aku tidak akan kembali duduk lagi ke kursinya. Aku sudah melakukan aktifitas itu terlalu banyak pagi ini. Mama meletakkan jari telunjuk di pipi kananya, lalu tersenyum aneh lagi. ''Kamu sudah lupa?'' Aku diam. Berpikir sejenak apa yang Mama maksudkan. ''Astaga … maafkan Allena, Ma. Hampir saja Allena lupa akan hal itu.'' Aku mendekati Mama, memberian sun kasih sayang di pipi kanannya sebelum pergi. Hal yang mungkin terlihat sepele ini adalah perkara wajib dari Mam

