''Apakah ini karna kutukannya?'' ''Sayang, ini bukan …'' ''Bukankah ide sarung tangan ini sudah berhasil menghalangi efek kutukannya? Papa sendiri yang mengatakan bahwa hidup Allena bisa normal seperti dulu. Kenapa sekarang Papa dan Mama malah …'' Kalimatku terhenti, suara di tenggororkan tiba-tiba saja tercekat, dan seperti ada sesuatu yang akan tumpah dari sudut mata jika terus saja melanjutkan. Lagi-lagi suasana hening. Sarapan pagi yang ceria tiba-tiba menguap begitu saja, hilang bersama dengan asap tipis yang berasal dari suguhan kopi di atas meja yang mungkin sudah mulai dingin. Sama seperti suasana yang terjadi sekarang. ''A~apa Allena masih terlihat seperti monster yang berbahaya sekarang?'' ''Tentu saja tidak, Sayang. Kamu bukan monster, bahkan tidak p

