rencana

1009 Kata

''Sayang, kamu harus menyentuh Mama sekarang.''   ''Apa?!'' Aku dan Papa terkejut  seketika langsung menoleh melihat Mama. ''Allena tidak mau!'' ucapku kemudian.   ''Kita harus  bisa membuktikan ide ini, kan? Bagaimana  bisa tahu kalau tidak mencobanya?''  jawab Mama  yang sekarang sudah terlihat lebih tenang. Terlalu tenang, sampai membuatku ketakutan.   ''Aku tidak mau. Bagaimana kalau tenyata cara ini tidak berhasil? Mama akan … aku tidak akan pernah melakukannya.'' Aku masih bersikukuh menatap Mama berusaha memberikan penjelasan. Cukup hanya Bibi pelayan yang menjadi korban, tidak boleh ada orang lain setelahnya. Apalagi Mama.   ''Sayang, Mama tidak masalah jika …''   ''Papa yang akan menjadi bahan percobaannya terlebih dahulu.'' Kali ini Papa yang mengatakan hal tidak masu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN