''Sayang, kamu harus menyentuh Mama sekarang.'' ''Apa?!'' Aku dan Papa terkejut seketika langsung menoleh melihat Mama. ''Allena tidak mau!'' ucapku kemudian. ''Kita harus bisa membuktikan ide ini, kan? Bagaimana bisa tahu kalau tidak mencobanya?'' jawab Mama yang sekarang sudah terlihat lebih tenang. Terlalu tenang, sampai membuatku ketakutan. ''Aku tidak mau. Bagaimana kalau tenyata cara ini tidak berhasil? Mama akan … aku tidak akan pernah melakukannya.'' Aku masih bersikukuh menatap Mama berusaha memberikan penjelasan. Cukup hanya Bibi pelayan yang menjadi korban, tidak boleh ada orang lain setelahnya. Apalagi Mama. ''Sayang, Mama tidak masalah jika …'' ''Papa yang akan menjadi bahan percobaannya terlebih dahulu.'' Kali ini Papa yang mengatakan hal tidak masu

