“ Terima kasih sudah mau mengantar kami,” ucap Friska saat perjalanan pulang ke rumahnya bersama Fey. “ Ya, tidak masalah,” ucap Steve yang tetap fokus menyetir. Friska memeluk Fey yang duduk bersamanya di kursi depan, mengecup puncak kepala Fey yang lembut. “ Fey senang karena selama tiga hari ini bertemu denganmu terus.” “ Aku juga senang bertemu dengannya,” ucap Steve melirik sekilas Fey yang terlihat nyaman berada di dalam pelukan ibunya. Friska mengulum senyum, mengusap pipi gembul Fey. “ Andai kita masih bersama, pasti Fey akan terus bahagia kan?” Steve telihat mendesah pelan, tak menoleh sedikit pun meski Friska saat ini tengah menatapnya. “ Sekarang pun Fey terlihat bahagia kok. Tanpa perlu kita bersama lagi.” “ Ya, menurutmu mungkin begitu. Tapi dia pasti merindukan kelua

