Gedung seminar berdiri tenang di hadapannya. Kaca-kaca tinggi memantulkan langit pagi yang pucat, dan orang-orang mulai berdatangan dengan langkah pasti, membawa map, laptop, dan ekspresi penuh tujuan. Sera berdiri beberapa detik di depan pintu. Tangannya menggenggam tali tas sedikit lebih erat. Sera, tanpa memberitahu siapapun ia memilih untuk pergi dari rumah untuk mengikuti seminar kembali yang sempat tidak ia ikuti karena kondisi tubuhnya saat itu. Tapi setidaknya, hal ini ia lakukan untuk merefresh dirinya dari semua permasalahan yang ada. Sera pun melangkahkan kakinya kembali. Ruangan seminar cukup luas. Lampu-lampu putih terang, layar besar di depan, suara pemateri yang stabil dan profesional. Sera duduk di salah satu kursi baris tengah. Punggungnya tegak dengan tangannya

