Jatuh Cinta?

1858 Kata

Hening itu tidak berlangsung lama. Karena wanita itu langsung melangkah satu langkah lebih dekat, napasnya sedikit tertahan, seolah takut apa yang ia lihat hanyalah ilusi yang akan menghilang jika ia terlalu cepat bergerak. “Sera?” suaranya turun, lebih pelan, hampir seperti bisikan yang tak ingin merusak kenyataan di hadapannya. Sera menatapnya cukup lama. Matanya menelusuri wajah wanita itu perlahan, seolah menyusun kembali potongan-potongan lama yang sempat hilang. Lalu, sesuatu berubah di dalam ekspresinya. Bukan hanya keterkejutan saja, melainkan rasa kesal yang tiba-tiba ia rasakan. “Luna Dawn Fleur.” Nama itu keluar utuh dan tanpa ragu, Sera sebutkan. Dan seketika itu juga, waktu seperti ditarik mundur ke masa di mana nama itu pernah begitu sering ia panggil tanpa beban. J

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN