"Aku berharap, suatu hari nanti, kau merasakan apa yang ku rasakan, Julian," bisiknya dalam hati, nyaris tanpa suara. Namun ia tersenyum setelahnya. Senyum kecil yang ia paksa tetap terlihat ringan. "Hey," panggil Luna akhirnya, melangkah mendekat. "Kalau kalian terus diam seperti itu, kita tidak akan ke mana-mana." Sera tersadar lebih dulu, langsung menarik tangannya dari pagar kayu. Ia berdeham kecil. "Kami tidak diam," bantahnya ringan. Julian hanya mengangkat bahu. "Kami sedang menikmati suasana." Luna mengangkat alis. "Dengan cara saling menatap tanpa bicara?" Sera langsung menoleh cepat. "Aku tidak menatapnya." Julian menoleh ke arah Sera, sudut bibirnya terangkat tipis. "Benar?" Sera mengerutkan kening. "Jangan mulai." Luna tertawa kecil melihat interaksi itu. Dan tan

