Pagi berikutnya datang dengan ritme yang berbeda. Sera berdiri di depan bangunan rumah sakit cabang kota itu, jas dokternya kembali melekat rapi di tubuhnya. Hari ini ia tidak datang untuk praktik. Ia hanya membawa beberapa berkas dari rumah sakit pusat, dokumen evaluasi program medis yang harus diserahkan langsung kepada kepala unit di cabang tersebut. Namun begitu melangkah masuk ke dalam gedung, suasana yang ia temui langsung terasa sibuk. Udara pagi masih dingin, tetapi koridor rumah sakit sudah dipenuhi aktivitas. Perawat berlalu-lalang dengan langkah cepat, suara monitor berdetak stabil dari beberapa ruangan, dan aroma antiseptik yang khas langsung menyambut indra penciumannya. Sera baru saja melewati meja perawat ketika seseorang hampir menabraknya. Seorang perawat muda berh

