“Kali ini, aku akan membahas mengenai Nara Rome! Pangeran dari Kerajaan Monitum yang telah mendapatkan hukuman mati akibat dari tindakkannya membunuh Putri Harmoni di saat pernikahan Raja Nara En berlangsung. Dan sebelum hal itu terjadi, jauh sebelum hal itu terjadi… Dirinya pernah merasakan kematian.” Ucap Crown Imperial yang kini bangkit dari duduknya dan memilih untuk duduk di atas meja. Menghadap ke arah depan dan membelakangi seluruh Raja yang kini sedang menatap padanya.
Raas yang melihat tindakkan tak sopan dari Crown Imperial itu pada awalnya terkejut sekaligus merasa terhina. Bagaimana bisa seorang Crown Imperial bersikap kurang ajar dan tidak sopan dengan membelakangi seluruh pemimpin Kerajaan yang saat itu sedang memperhatikan dirinya. Raas pun hendak memprotes sikap Crown Imperial tersebut. Namun ia terdiam ketika ia menatap pada sosok itu, yang kini terlihat diam dan bersedih setelah mengatakan kalimat tadi.
Untuk beberapa saat Raas terdiam sebelum akhirnya ia mengerti jika Crown Imperial pasti merasa sedih menceritakan kisah tersebut, karena Raas pernah di beritahu jika Crown Imperial pernah bersemayam di tubuh Pangeran Rome, sebelum akhirnya bersemayam di tubuh Ea. Raas menduga jika hal itu pasti akan sangat menyedihkan untuk Crown Imperial, meski ia tidak mengetahui apakah memang seperti itu yang Crown Imperial rasakan saat ini.
Dengan masih membelakangi mereka semua, Crown Imperial kembali menceritakan tentang kisah dari Pangeran Rome.
Pangeran Nara Rome merupakan seorang yang sangat penting bagi Kerajaan Monitum, dan bagi sang Raja sendiri yang tak lain adalah kakak kandungnya. Karena tidak ada lagi Keluarga Kerajaan selain mereka berdua pada waktu tersebut. Sehingga keselamatan Pangeran Rome adalah segalanya bagi Kerajaan.
Saat itu, sang Pangeran pernah mengalami kematian di saat umurnya menginjak delapan belas tahun. Dimana ia di nyatakan meninggal karena keracunan sebuah obat yang ada di dalam makanannya yang tidak berbau dan tidak berasa. Berita kematiannya itu sangat menggemparkan seluruh isi Istana termasuk sang Raja sendiri, yang tidak siap kehilangan satu-satunya anggota keluarga dalam hidupnya. Yang akhirnya memaksanya membuat sebuah keputusan untuk mengadakan suatu sayembara untuk para keturunan Clairchanter dan Claichantress.
Nara En, menjanjikan sebuah hadiah yang menggiurkan bagi siapapun yang dapat menghidupkan kembali sang Pangeran dari kematiannya. Yang pada akhirnya membawa seorang Clairchanter datang menemuinya, menghidupkan kembali Nara Rome dan meminta imbalan yang tidak main-main. Ia meminta separuh dari seluruh jumlah prajurit yang dimiliki oleh Kerajaan Monitum saat itu.
“Entah apa yang di pikirkan sang Raja saat itu, namun ia menyetujuinya dan memberikan separuh dari Prajurit Kerajaan Monitum pada lelaki itu.” Jelas Crown Imperial yang kini menarik napasnya dengan dalam dan kembali menghadap ke arah para pemimpin Kerajaan di belakangnya tadi dan kembali berkata,
“Jadi itulah kisah mengenai Pangeran Rome yang pernah meninggal dunia dan di hidupkan kembali oleh mantra dari seorang Clarivoyant Enchanter!” Ucapnya menutup kisah tersebut, dan membuat seluruh orang yang mendengarnya terdiam dan tidak percaya dengan fakta tersebut. Namun mereka tidak mempunyai pilihan lain selain mempercayainya, karena yang sedang berbicara saat ini adalah Crown Imperial, sang pemegang kekuatan abadi.
Raas terdiam di atas takhtanya, merasa tidak dapat membayangkan bagaimana rasanya menjadi sang Ayah yang di tugaskan untuk menghukum sang paman yang amat di cintainya di tengah lapang penghukuman, dan di saksikan oleh seluruh orang.
‘Aku tidak dapat membayangkan bagaimana rasanya menjadi Ayah…’ Itulah yang di pikirkan oleh Raas, bahkan untuk membayangkan dirinya memukul Ea pun dirinya tidak bisa, karena ia benar-benar menyayangi sang adik.
Crown Imperial yang dapat membaca pikiran Raas itu hanya berdehem dan menaruh kedua tangannya ke atas meja yang ada di hadapannya itu dan menatap ke arah seluruh pemimpin Kerajaan bawahan Monitum seraya berkata, “Dan ini adalah cerita terakhir!” Ucapnya. Ia pun kembali duduk di kursinya dan menautkan kedua jari jemarinya yang ia taruh ke atas meja, kemudian ia tarik sehingga menopang dagunya tersebut.
“Mari kita beralih pada cerita mengenai seorang anak bernama Unauth Find! Raja termuda yang pernah memimpin Kerajaan Elder, dari tanah Sage. Seorang Raja yang sangat kau banggakan itu, Raas!” Ucap Crown Imperial yang kemudian menoleh ke arah Raas yang kini menatapnya dengan tajam saat mendengar kalimat terakhir yang terucap dari mulutnya. Meski pada kenyataannya memang seperti itu, di antara Raja-Raja lainnya… Sikap Raas selalu berbeda pada Raja muda itu, terkadang selalu ada rasa bangga yang di tunjukkan oleh Raas pada saat ia membahas Raja muda itu dengan orang-orang.
“Raja Find memang pernah mengalami sebuah kematian di istana ini… Dan kau selamatkan dari kematian itu, Raas.” Ucap Crown Imperial yang membuat Raas dan seluruh pemimpin Kerajaan terdiam, masih memperhatikan Crown Imperial yang kembali berkata.
“Tetapi itu adalah kematiannya yang kedua, Raas!” Ucapan itu akhirnya sukses membuat Raas serta seluruh orang yang ada di dalam ruangan itu merasa kebingungan sekaligus terkejut.
“A-apa maksudmu yang kedua?” Tanya Raas yang tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Crown Imperial barusan.
Crown Imperial hanya terkekeh pelan, kemudian menjelaskan, “Tanpa kalian semua ketahui, bahkan hal ini tidak di ketahui oleh siapapun termasuk dirinya sendiri. Ia telah mengalami sebuah kematian di saat usianya menginjak sepuluh tahun.” Lagi, mereka kembali terkejut dengan penjelasan yang di ucapkan oleh Crown Imperial saat itu. Raas tidak pernag mengetahui hal ini, bahkan Adam, Robert, dan Clara pun tak mengetahuinya. Mereka semua tidak mempercayai jika Find mendapatkan kesempatan hidup sebanyak itu dan kembali dari kematiannya sebanyak tiga kali dengan saat ini. Sungguh! Hal itu adalah hal yang luar biasa yang tidak dapat mereka duga sama sekali.
“Mungkin karena kematian itu, ia mengalami separuh dari ingatannya. Maka ia pun tak mengingat seluruh hal yang terjadi padanya!” Ucap Crown Imperial yang menjelaskan sebuah kemungkinan yang juga tidak di ketahui olehnya.
“Jadi, apa yang kau tahu? Bagaimana ia bisa meninggal dunia saat itu?” Tanya Raas yang sudah merasa sangat penasaran dan ingin segera mengetahui bagaimana serta apa yang sebenarnya terjadi menimpan Find pada saat itu.
Crown Imperial tersenyum dan bersandar pada kursinya ketika mendapatkan pertanyaan dari Raas tersebut. Ia pun berkata, “Yang aku ketahui, saat itu… Ia merelakan nyawanya untuk melindungi seorang wanita yang berasal dari keturunan Clairvoyant Enchanter dan merupakan seorang Clairchantress terakhir yang ada di muka bumi ini!” Ucap Crown Imperial yang kemudian melirik pada Ziona yang berada di samping Raas pada saat itu tanpa sedikitpun merasa khawatir dan takut.
Raas, Putri Zuella dan Raja Jiwoo yang memang mengetahui siapa Ziona sebenarnya pun mengerti dengan apa yang di katakan oleh Crown Imperial tadi dan siapa yang ia maksud itu. Sementara Ziona yang mendapatkan lirikan itu hanya terdiam di tempatnya dan menatap pada Crown Imperial dengan cukup tajam.
Raja dan Ratu, serta para prajurit yang ada di dalam ruangan itu tidak dapat mengerti dengan maksud dari ucapan yang di ucapkan oleh Crown Imperial barusan. Dan mereka pun mempertanyakan maksud dari ucapan tadi. Raja Guam adalah orang yang pertama membuka suara, “Bagaimana maksud anda, tuan?” Tanyanya yang membuat Crown Imperial memperlihatkan sebuah senyuman simpul pada Raas, dan Ziona. Ia pun menatap pada para Pemimpin Kerajaan Bawahan, sementara Raas, Putri Zuella, Raja Jiwoo dan Ziona merasa khawatir jika rahasia besar yang mereka tutupi selama ini akhirnya akan terbongkar.
To be continued