Crown Imperial

1113 Kata
Raas yang memang tidak pernah mendengar kata ataupun istilah itupun menggelengkan kepalanya dan menjawab, “Tidak… Aku tidak pernah mendengarnya. Apa itu?” Tanya Raas pada Raja muda itu akhirnya, Ziona yang sebenarnya ingin menghentikan Raja muda di hadapan mereka itu, pun kini terdiam dan mencoba untuk mendengarkan apa yang Raja muda itu ketahui tentang sihir kuno tersebut. “Sihir Renascent… Ini adalah sebuah sihir kuno baginda! Sihir tua yang telah di gunakan oleh para Clairvoyant Enchanter ataupun Clairvoyant Enchantress dalam membangkitkan seseorang yang telah meninggal dunia. Ini adalah sebuah sihir hitam. Yang memiliki sebuah hukum pembangkitan yang tertulis. Hukum itu menyebutkan jika ‘Hanya orang yang pernah merasakan kematianlah yang akhirnya dapat kembali di bangkitkan. Mereka yang pernah di selamatkan dari kematian oleh mantra serta ramuan kami.’ Itulah hukum yang tertulis di sana.” Raja muda itu menjelaskan semuanya dengan sangat jelas dan padat sehingga Ziona yang mendengarnya pun terkejut saat menyadari jika Raja muda itu mengetahui banyak hal. Raas pun memperlihatkan reaksi yang sama seperti sang ibu, karena ia mengetahui jika sang ibu merupakan salah satu dari Clairvoyant Enchantress yang tersisa di dunia ini saat ini. Namun Raas mencoba sebisa mungkin untuk mengontrol raut serta ekspresinya yang akhirnya membuat dirinya bertanya pada Raja muda di hadapannya itu, “Hanya itu kah yang kau ketahui, Ray?” Dari pertanyaan yang di ucapkan oleh Raas saat ini, membuktikan jika Raja tertinggi itu mempercayai ucapan dari Raja muda tersebut yang kini menggelengkan kepalanya dengan sangat jujur. “Saya mengetahui jika ada beberapa hal yang menjadi pertentangan di setiap ahli sejarah, mengenai hukum tertulis tersebut. Dan bahkan artinya menjadi sangat berbeda-beda yang di utarakan oleh mereka, Baginda. Namun hal yang perlu di pastikan saat ini adalah, apakah ketiga orang ini, sebelumnya telah menrasakan kematian dan hidup kembali oleh sebuah ramuan ataupun mantra-mantra yang di berikan oleh keturunan… Clairvoyant Enchater, Baginda?” Itulah pertanyaan inti yang ucapkan oleh Ray saat ini yang sukses membuat seisi ruangan itu bungkam. Raas tidak mengetahui hingga sejauh itu, namun setidaknya dirinya mendapatkan titik terang dari apa yang di jelaskan oleh Raja muda tersebut. Ia pun mempersilahkan Raja muda itu untuk kembali duduk di tempatnya, sementara dirinya terdiam dan memikirkan apakah dirinya pernah menyelamatkan salah satu di antara kedua Raja yang telah meninggal dunia itu? Karena bagaimanapun juga, darah Clairvoyant Enchantress mengalir di tubuhnya, meski tidak banyak dari mereka yang mengetahui hal tersebut. Raas pun akhirnya mengingat jika dirinya pernah menyelamatkan Find, dan pertanyaan lainnya adalah kapan ia menyelamatkan Aruba dan untuk Pangeran Rome itu sangat mustahil kan? Raas terdiam di tempatnya memikirkan kalimat itu berulang kali, ‘Hanya yang pernag merasakan kematian yang dapat…’ gumamnya. Seluruh Raja serta Ratu yang ada di dalam ruangan itu pun ikut terdiam dan menunggu apa yang akan Raas ucapkan kembali pada mereka semua. “Aruba sempat mengalami syndrome Demise, dan kita semua pun sempat kehilangan dirinya untuk beberapa saat sebelum ia kembali bangun dari kematiannya. Dari apa yang di akui oleh Aruba saat itu, dirinya bertemu dengan Ronce yang menyuruhnya untuk kembali ke dunia, bukan?” Tanya Raas pada Seluruh Raja yang ada di tempat kejadian itu saat dulu. Dan ucapan itu pun di benarkan oleh mereka semua yang hadir di sana, termasuk Ea dan Putri Zuella, kakak dari Raas. “Kemudian Find…” Raas terdiam ketika dirinya merasa kebingungan bagaimana cara menjelaskan hal ini pada mereka semua. Karena tidak mungkin jika dirinya mengaku pada mereka semua bahwa ia telah menghidupkan kembali Find dari kematiannya saat itu dengan sebuah sihir yang dapat ia gunakan sebagai seorang Enchanter. Ia khawatir jika hal itu menjadi sebuah boomerang pada dirinya sendiri. “Find telah baginda selamatkan dari kematian yang hampir saja merenggut dirinya.” Dan penjelasan yang di ucapkan oleh Adam di hadapan mereka semua saat itu, membuat mereka terkejut termasuk Raas sendiri yang mendengarnya. Raas terkejut karena ia baru mengetahui jika Adam tahu mengenai hal itu dan dengan berani mengatakan semua itu di hadapan seluruh Raja dan Ratu yang lainnya. Saat itu Raas tidak bisa mengelak dari puluhan pasang mata yang ada di hadapannya saat ini yang menatap padanya dengan terkejut. Mereka semua percaya akan hal yang Adam katakan itu karena mereka telah menyaksikan beberapa kali jika Raas mengucapkan mantra miliknya yang seharusnya hanya dapat di bacakan oleh seorang Clairvoyant Enchanter. “Dan jika memang seperti itu, bagaimana dengan paman Rome? Apakah dirinya pernah mengalami sebuah kematian sebelumnya? Kematian seperti apa?” Itulah pertanyaan yang keluar dari mulut Ea, sang pangeran yang kini duduk di samping sang Putri kerajaan sebagai Anggota Keluarga Kerajaan Monitum yang hadir dalam perundingan itu. Raas pun menoleh pada sang Bunda, dan berharap jika sang Ibu mengetahui hal itu dari mendiang Ayahnya. “Bunda…” Panggil Raas pada Ziona yang kini menoleh padanya dan menggelengkan kepalanya dengan menyesal. “Aku belum pernah bertemu dengannya, Raas.” Itulah jawaban yang di berikan oleh Ziona pada Raas yang kini menghembuskan napasnya dengan kecewa. Ia memang mengetahui jika sang Ibu tidak pernah bertemu dengan Paman mereka, namun ia juga tak menyangka jika Ayah mereka bahkan tidak pernah menceritakan hal ini pada sang Ibu. Raas pun kembali terdiam, dan ruangan itu kembali menjadi hening. Mereka semua tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing, mempertanyakan sihir renascent yang telah Ray jelaskan pada mereka semua. “Hanya orang yang pernag merasakan kematian yang dapat di bangkitkan kembali? Yang pernah di selamatkan oleh mantra dan ramuan…” Zuella kembali mengulang syarat yang di ucapkan oleh Ray sebelumnya seraya memikirkan dengan baik apa makna di balik dari kata-kata tersebut. “Jadi Baginda, apa yang harus kami lakukan saat ini? Kami semua pun merasa kebingungan dengan hal ini, karena kami juga tidak memiliki pengetahuan untuk sampai ke permasalahan masa lalu itu, Baginda.” Ucap Rasa Sagiso yang kini bertanya pada Raas dan merasa kebingungan sama seperti yang Raas rasakan saat ini. Raas menghembuskan napasnya dengan berat. Ia juga memang merasa jika masalah ini sangat rumit baginya, dan tentu saja semua orang yang ada di dalam ruangan ini yang bahkan tidak tahu menahu mengenai Clairvoyant Enchanter. Raas pun akhirnya memutuskan sebuah keputusan yang setidaknya dapat mereka jadikan sebuah jalan kedua selain mencari tahu mengenai sirih ini, “Aku… Ku rasa kita harus menca—” “Cari di mana Raja Find berada! Dan tangkap dia. Itu akan sangat membantu kita semua karena dia masih bisa mengontrol tubunya sendiri sesuai dengan keinginannya!” Raas dan seluruh orang yang ada dalam ruangan itu menoleh ke arah Ea yang baru saja memotong penjelasan dari Raas dengan sangat kencang dan tegas. Suara itupun berbeda dari suara Ea yang biasanya, sehingga Raas mengetahui siapa yang saat ini sedang menggunakan tubuh Ea untuk berbicaran. “Ea?” Panggil Raas memastikan. “Bukan Raas! Aku, Crown imperial!”    To be continued
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN