Bab 58

1361 Kata

Sejak subuh hujan deras turun mengguyur kota Denpasar. Udara dingin membuat Ida malas beranjak dari tempat tidurnya. Selepas sholat subuh, ia kembali berbaring di ranjangnya. Ia bahkan menarik selimutnya kembali hingga menutupi seluruh bagian tubuhnya. Seandainya ia benar-benar memiliki suami mungkin akan ada yang memeluknya. Sayangnya, status suami yang dimiliki saat ini adalah bukan miliknya seorang bahkan wanita lainlah yang menjadi pemilik sesungguhnya. Nasibnya memang merana. Malam tadi menjadi malam terakhir dirinya menjadi penghuni kamar yang ditempatinya saat ini, sebab hari ini Ida akan mulai menempati rumah barunya. Rumah pribadi miliknya pemberian suaminya, Dimas. Di pojok kamar tampak ada tiga buah koper besar telah siap diangkut. Selama berbaring dengan mata terbuka ia memik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN