Kuliah itu adalah tahapan menuju dewasa, banyak orang yang mengartikan dewasa itu ketiks udah mimpi basah dan nonton film bokep. Menurut gue, nggak, kedewasaan seseorang itu diukur dari cara dia memecahkan masalah tanpa kekerasan. Percuma kalau badan lo kekar, berkumis dan berjambang, tapi nggak bisa tidur kalau nggak dibacain dongeng sama Emaknya. Bikin ilfil. Tapi Om Gun pernah bilang gini ke gue “Mendingan gue nonton bokep, daripada nonton film horor Indonesia.”
Satu hal yang gue tau. Dulu sekitar tahun 2010 film horor Indonesia itu kayak KFC yang cuma mamerin d**a – paha doang, jarang banget ada adegan horornya, sekalinya horor, eh hantunya muncul dikolam renang, itupun yang banyak disorot d**a pemeran ceweknya.
Agak miris memang kalau kita sadar bahwa perfilman Indonesia saat itu jauh dari kata berkualitas. Rata – rata yang ditawarkan bukan ceritanya, tapi lebih ke sensualitasnya. Apalagi ditambah dengan judul – judul yang menurut gue aneh banget, kayak “Hantu cantik kok ngompol” coba bayangkan, aneh banget judulnya, emang ada ya, hantu yang bisa ngompol ? terus hantu yang ngompol itu cewek atau cowok jenis kelaminnya ? pas lagi ngompol ngucapin dulu permisi nggak sama penunggu tempatnya? Entahlah.
Flashback ke masa gue saat masih SD. Masa dimana gue selalu dimarahi sama Emak kalau main sampai maghrib, masa dimana emak selalu bedakin gue tiap mau berangkat kesekolah, alasanya “Biar pinter” kalau mau pinter, harusnya gue belajar. Tapi dari kecil emak malah mengajari gue jadi pria lemah gemulai, yang kalau malem – malem suka mangkal. “Hallo Om, godain kita dong.” *muncul dari balik pohon* kemudian gue ditangkap karna yang gue godain petugas satpol PP yang lagi keliling malam. Masa dimana gue selalu bisa bangun pagi tiap hari minggu.
Anak – anak yang lahir tahu 90 an pasti sangat senang jika bangun pagi dihari minggu, dan biasanya selalu menonton televisi dari pagi hingga siang. Ya, saat itu banyak stasiun televise swasta menayangkan film – film anak kecil yang layak banget gue tonton.
Nah, gue pengen ngajak kalian semua buat flashback atau sekedar bernostalgia dengan film – film yang mengiringi masa pertumbuhan gue, cekidot ;
1. Bakuso No Kyodai, Lets N Go
Jika dalam pertelevisian Indonesia, film ini lebih dikenal dengan nama mini 4wd atau film Tamiya. Film ini tayang setiap hari minggu jam 06.30 WIB, film yang berdurasi 30 menit itu, menceritkan sepasang kakak beradik yang mempunyai mimpi menjadi pembalap mini 4wd nomor satu di dunia. Pemeran utama dalam film ini yaitu sang kakak Retsu Saiba dengan mobilnya bernama Sonic, dan sang adik Go Seiba dengan mobilnya bernama Magnum ( bukan merk, rokok ya ).
Dulu saat masih kecil, gue juga punya mobil Tamiya, mobil itu gue dapat dari hasil malakin duit preman – preman dikampung gue. Oke gue hanya bercanda. Nggak mungkin waktu kecil gue sejago itu. Paling jago kalau ada anak kecil lagi makan eskrim gue gigit eskrimnya terus kabur deh.
Mobil Tamiya itu gue dapat dari Emak. Iya, meskipun gue harus kerja banting tulang dulu demi dibeliin mobil Tamiya oleh Emak.
“Mak, beliin Acep, mobil Tamiya dong.”
“Emak nggak ada duit, Cep”
“Ayolah Mak, Acep pengen main Tamiya sama temen – temen.”
“Oke Emak beliin, tapi dengan syarat.”
“Apa Mak syaratnya ?”
“Lo beres – beres rumah, nyapu, ngepel sama cuci piring.” Iya, saat itu gue dipaksa jadi pembantu dadakan oleh Emak. Padahal, muka gue nggak ada tampang pembantu, muka gue ini lebih berprospek buat jadi seorang model …… perusahaan sedot WC. Tapi, demi mobil Tamiya gue harus bisa
Selesai beres – beres sesuai dengan perintah Emak. Siang harinya Emak langsung ngajak gue ke pasar buat beli mobil Tamiya. Sampai ditokonya gue bingung, mesti pilih mobil apa, akhirnya gue memilih magnum saber. Setelah selesai membeli Tamiya, sampai dirumah gue langsung buka tamiyanya, tapi gue kembali dibuat bingung, tamiyanya harus gue rakit dulu. Beruntung gue punya sodara didekat rumah, yang ahli dalam merakit Tamiya, namanya Bang Joni. Gue langsung lari kerumah Bang Joni.
Saat Bang Joni tengah merakit Tamiya gue. Ada satu part berbetuk kotak yang bikin gue penasaran.
“Bang, itu yang kotak namanya apa ?” Tanya gue
“Oh, itu namanya dinamo.”
“Fungsinya buat apa bang ?”
“Dinamo itu sebagai motor penggerak Tamiya.”
“Tapi kan motornya kecil bang, nggak bisa dinaikkin dong, terus nggak bisa buat nganterin emak ke pasar.” Mendengar ucapan gue yang ngasal, Bang Joni langsung nangis sesegukan dipojokkan kamar. Iya, saat itu gue emang b**o banget, ternyata yang namanya motor itu bukan hanya sekedar motor yang biasa dipake tukang ojek.
Hari – hari berlalu, gue punya kesibukkan baru, setiap pulang sekolah, gue pasti selalu kerumah teman gue yang punya track Tamiya. Hingga, saat gue baru pulang dari rumah temen, saat dijalan, gue menemukan sebuah brosur, disitu dijelaskan, bahwa akan diadakan lomba balap Tamiya tingkat kecamatan dikampung gue. Hadiahnya lumayan lagi, uang tunai lima ratus ribu rupiah. Gue langsung mikir “Mungkin ini langkah awal gue buat jadi pembalap Tamiya nomor satu didunia, layaknya Go Seiba.”
Gue langsung lari menuju rumah Bang Joni, untuk melakukan konsultasi mengenai lomba itu, ditengah konsultasi, Bang Joni ngasih tau gue “ kalau lo mau menang lomba tamiya, lo ganti aja dinamonya pakai dinamo V2, terus batterynya ganti pakai battery cas.” Setelah sesi konsultasi selesai, gue langsung pulang kerumah, dan menghampiri emak yang sedang memasak didapur.
“Mak, beliin Acep dinamo V2 sama battery cas dong.”
“Buat apa lagi, Cep ?”
“Acep, mau ikutan lomba tamiya tingkat kecamatan dua minggu lagi, hadiahnya lumayan gede.”
“Berapa ?”
“Uang tunai lima ratus ribu, Mak.” Mendengar ucapan gue, enatah kenapa emang langsung bersemangat, wajahnya juga berseri – seri banget, kayak ibu – ibu yang habis dapet arisan.
“Sekarang kita ke toko tamiya, beli peralatan yang lo butuhin buat lomba.” Emak langsung narik tangan gue. Tapi, baru aja nyampe teras rumah, gue inget sesuatu yang penting banget. Iya, kompornya nggak emak matiin.
“Mak, kompornya lupa Emak matiin, nanti masakannya gosong.” Kata gue, emak langsung lari ke dapur buat matiin kompor. Ternyata selain pelit, emak juga orangnya grasak – grusuk banget.
Singkat cerita, gue menang lomba tamiya, dan duit hadiah lima ratus ribu resmi gue kantongin. Gue bingung, duitnya mau gue apain. Akhirnya gue lebih memilih buat tabung duitnya, dicelengan ayam kesayangan gue, yang gue beri nama Rembo. Tapi hal itu nggak berlangsung lama. Waktu itu sekitar pukul empat sore gue baru pulang dari main tamiya dirumah temen. Saat sampai rumah, gue menemukan rumah dalam keadaan kosong, beruntung gue selalu menyimpan kunci cadangan dibawah keset. Jadi , gue bisa langsung masuk kedalam rumah.
Saat masuk kedalam kamar, gue dibuat kaget, gue liat si Rembo udah hancur berkeping – keeping, pecah cuy, si Rembo mati. Dan sialnya, duit yang gue titipin dikandungannya si Rembo hilang tak tersisa. Gue sempat mikir kalau ada maling yang masuk kedalam rumah. Tapi, melihat keadaan rumah yang terkunci dan rapi, Cuma ada satu orang pelakunya;Emak. Gue coba berbaik sangka, dan mencoba menelepon Emak lewat handphone Bang Joni, tapi nggak diangkat. Mungkin emak lagi sibuk …… membelanjakan duit tabungan gue. Sekarang gue paham, kenapa wajah Emak langsung berseri – seri ketika gue bilang hadiahnya uang tunai lima ratus ribu.
Tapi, gue anggap duit gue itu adalah sebagian kecil dari cara gue buat ngebahagiain Emak. Kalau dibandingin pengorbanan Emak, duit segitu belum cukup buat beli tiket ke luar negeri, apalagi tiket ke surge.
Saking senengnya gue sama film ini, gue sempat download film ini kumplit dari episode awal sampai episode akhir. Film ini akan selalu gue kenang, sebagai pengingat, kalau masa kecil gue indah banget.
2. Doraemon
Mendengar kata Doraemon pasti pikiran kita langsung tertuju pada alat –alat canggih yang dimilikinya. Doraemon adalah robot kucing dari masa depan yang datang kemasa lalu dengan tujuan untuk membantu setiap masalah yang dihadapi Nobita. Doraemon punya kantong ajaib yang bisa mengeluarkan apa saja, kadang gue berkhayal, seandainya gue punya Doraemon, mungkin gue bakalan minta dia buat ngeluarin alat supaya gue jadi ganteng dalam sekejap.
Karena khayalan itulah, gue pernah melakukan sebuah tindakan absurd bersama tukang cukur, waktu itu rambut gue udah panjang, dan gue beriniat buat potong rambut. Saat tukang cuku bersiap buat memotong rambut gue, dia nanya.
“Mau digimanan dek ?”
“Terserah bang, yang penting jadi ganteng.”
“Gue kan bisanya ngerubah gaya rambut, bukan ngerubah takdir.”
“Lha ??”
Gue nangis sambil botakin rambut.
Film Doraemon juga ada yang dibuat dalam format the movie. Yang paling gue suka itu film Doraemon the movie yang berjudul “Stand By Me”. Gue ingat, waktu itu, lagi asik online f*******: dilaptop, tanpa sengaja ada yang share link film doraemon stand by me. Tanpa menunggu lama, gue langsung download film itu, biarpun endingnya kuota gue langsung habis.
Selesai download, gue langsung download filmnya. Film yang berdurasi dua jam itu cukup membuat gue bersedih, dan tak jarang gue meneteskan air mata saat menonton filmnya, setelah selesai nonton, gue alihkan pandangan kesebelah kanan. Betapa terkejutnya gue, saat gue liat ternyata Emak ada disamping gue sambil nangis. Untung gue nontonya film Doraemon bukan film (Captain) American Pie.
“Mak, kenapa nangis ?” Tanya gue
“Filmnya bagus, kucingnya kasian, dia harus mati dengan bom bunuh diri.” Iya gue sekarang paham, ternyata emak ini orangnya baperan.
Doraemon pun menjadi salah satu film yang mengiringi masa pertumbuhan gue. Dengan segala drama dan kekocakkan didalamnya. Kadang gue menganggap, ketololan Nobita sebelas dua belas sama gue. Dianiaya Giant, dicurangi Suneo, dan susahnya buat dapetin perhatian dari Sizuka. Tapi gue sering beruntung dalam beberapa hal, sama kayak keberuntungan – keberuntungan yang didapat Nobita dari kantong ajaib Doraemon.
3. Kamen Rider
Kamen rider atau diIndonesia lebih dikenal dengan nama kesatria baja hitam adalah salah satu film yang bergenre superhero. Film ini bukan film kartun, tapi gue sangat suka sekali dengan film ini. Btw, gue jadi inget pengalaman saat masih kecil. Dulu lagi booming –boomingnya topeng kesatria baja hitam, dan atas dasar pengen bisa maen sama temen gue meminta emak buat beliin gue topeng kesatria baja hitam. Tapi naas, yang gue dapetin malah kesialan….
Saat sampai disekolah, gue panggil semua temen – temen gue, niatnya mau pamer topeng kesatria baja hitam yang dibeliin Emak. Tapi emak malah membelikan gue topeng monyet….. iya topeng monyet. Temen – temen gue langsung pada ketawa, dan ada yang bilang “Cep, kesatria baja hitam itu hewan dasarnya belalang, bukan monyet. Hahaha.” Setelah temen – temen gue puas ngetawain gue, diantara mereka ada yang ngomong lagi.” Ya udah Cep, lo berperan sebagai monster aja.” Dan untuk pertama kalinya gue berperan sebagai monster ….. topeng monyet.
Dasar topeng monyet sialan….
4. Crayon Shinchan.
Seluruh kota merupakan tempat bermain yang asik.
Oh senangnya, aku senang sekali …..
Ya, itu adalah sedikit potongan lirik dari opening film crayon shinchan. Kalau masih ingat apalagi sampai hafal semua liriknya, berarti kalian udah tua. Buahaha. Oke lanjut. Film ini tayang setiap hari minggu disalah satu stasiun televise swaste. Jam nya, hmm.. gua lupa lagi, kalau ada yang tau, bisa kasih tau dikolom komentar.#lah
Film ini bercerita tentang seorang anak berusia lima tahun yang masih bersekolah di bangku TK. Dan punya hoby selalu godain cewek cantik yang umurnya jauh lebih tua dari dia. Entah, hoby atau emang kelainan jiwa itu anak. Shinchan juga punya adik kecil perempuan yang masih bayi namanya Himawari Nah, ini yang buat gue makin aneh. Nggak jauh beda sama kakaknya. Himawari juga punya hoby suka banget baca majalah dewasa, dan saat baca majalah mukanya selalu berubah jadi muka mupeng, mungkin perubahan muka mupengnya Himawari itu karna dia baca majalah FHM. Ternyata kakak adik punya sifat genit.
Selain adik, Shinchan juga punya anjing peliharaan berwarna putih yang diberi nama Shiro. Pernah disalah satu episode yang gue tonton, saat itu Shiro tlagi jalan sendirian, sambil menenteng kantong keresek yang dia gigit dimulutnya. Nah, tiba – tiba ditengah jalan Shiro dihadang oleh segerombolan kucing liar. Gue liat ekspresi wajah Shiro, berubah jadi ketakutan. Entah kenapa gue nggak ngerti, tapi setelah gue selesai nonton episode itu, gue jadi ngerti apa yang dirasain sama Shiro. Pertama ternyata kucing yang menghadangnya itu adalah gangster, atau bisa dibilang mafia yakuza versi kucing. Kedua, Shiro bukanlah tipe anjing yang gagah berani seperti dulldog, tapi, Shiro adalah tipe anjing yang lemah gemulai dan cemen banget.
Seperti kata pepatah “ seorang anak dilahirkan dari Rahim seorang Ibu.” Shinchan juga, punya seorang Emak, nama emaknya itu, Hm.. gue lupa lagi, oke kita panggil aja Ibu Maemunah, setuju ? Ibu Memunah ini ternyata punya sifat nggak jauh beda sama Emak gue. Dia hoby banget ngomelin Shinchan. Cuma bedanya, kalau gue diomelin Emak pasti langsung nunduk dan diam seribu Bahasa, tapi, Shinchan, jika Ibu Maemunah ngomelin dia. Eh dia malah balik ngelawan. Endingnya, Ibu Maemunah selalu ngeluarin jurus andalannya, yaitu, jitakin kepala Shinchan sampai benjol.
Nah, karna jurus Emaknya Shinchan inilah, gue jadi punya pengalaman yang nggak enak banget. Waktu itu sepulang kuliah gue lagi nunggu angkot. Kemudian datang beberapa anak kuliah menghampiri gue, dari perawakannya, gue yakin banget kalau mereka mahasiswa abadi. Mereka meminta duit ke gue. Iya, gue dipalak sama mereka. Karena nggak terima, gue langsung ngeluarin jurus Emaknya Shinchan, gue langsung jitakin kepala mereka. Tapi, naas, bukannya mereka kesakitan, malah gue berhasil dikeroyok dengan gemilang.
Keesokan harinya, muka gue berhasil menggemparkan seisi anak kelas. Mata gue biru, bibir pecah –pecah, sariawan, dan susah buang air besar. Om Gun yang kaget melihat penampakan gue, langsung mengintrogasi gue.
“Muka lo kenapa, Cep ?” Tanya Om Gun “Ketauan, nyopet ya.”
“Sembarangan, gue dikeroyok sama preman.”
“Terus lo diem aja ?”
“Ya, nggaklah, gue tangkis pukulan mereka ……. Pake muka gue.” Om gun mendadak bengong.
*Mendadak hening*
*Hening banget*
Yang gue sesali, kenapa gue lawan mereka dengan jurus Emaknya Shinchan, padahal kalau gue keluarin jurus kaki seribu (baa:kabur) pasti muka gue masih ganteng, dan duit gue juga masih utuh banget. Iya, gue jadi korban film kartun.
Gue juga pernah melakukan trik konyol ala Shinchan buat deketin cewek cakep. Tapi, bukannya gue dibilang lucu, mereka malah bilang “ Heh, om – om m***m, nggak usah ganggu gue ya, mau gue laporin Kak Seto, biar di gampar.” Trik genit ala Shinchan nggak berhasil #tepukjidat
Ternyata bukan karena triknya, tapi lebih kesiapa orang yang melakukan trik itu. Belakangan gue sadar, kalau Shinchan itu masih anak kecil. Ya, namanya juga anak kecil apa yang mereka lakukan masih dianggap wajar dan dibilang lucu.
5. Captain Tsubasa
Film ini sebenarnya nggak tayang tiap hari minggu, tapi tayang tiap hari senin – jumat jam 18.00. iya, dulu gue hampir murtad karena film ini. Waktu yang harusnya gue pake buat shalat dan berangkat ngaji, eh, gue malah asik didepan tivi. #Maafkanhambayatuhan.
Tokoh utama dalam film ini adalah Tsubasa Ozora, seorang anak laki – laki kelas lima SD yang punya cita – cita jadi pemain bola nomor satu didunia. Tsubasa punya hoby maen bola sampai sore atau bahkan sampai maghrib kayak gue. Bedanya, kalau gue maen bola sampai maghrib, pasti emak selalu ngomelin gue. Tapi kalau Tsubasa maen bola sampai maghrib, Emaknya malah mendukung hoby anaknya itu.
Tsubasa juga punya tendangan andalan, yaitu, tendangan jarak jauh. Setiap kali Tsubasa akan melancarkan tendangan jarak jauh, posenya pasti selalu gini. Badannya selalu agak dimiringkan kesebelah kiri, kaki kiri menginjak tanah, kaki kanan diangkat sampai sejajar dengan kepala. Ada juga yang bikin lebih aneh lagi, setiap akan melancarkan tendangan jarak jauhnya, Tsubasa selalu lama dalam posisi ancang – ancangnya. Bisa lima menit, bahkan sampai satu episode. Itu Tsubasa emang nggak ngerasa encok gitu ya pinggangnya ? apa dia selalu bawa oskadon SP setiap akan bertanding, untuk mengobati encoknya itu. Entahlah.
Tapi yang bikin nyesek adalah, ketika Tsubasa udah dalam posisi ancang – ancang tendangan jarak jauh, eh, tau – tau bolanya berhasil direbut lawan, karena terlalu lama dalam posisi ancang – ancang. Atau ketika tendangan jarak jauh berhasil diluncurkan, bolanya terbang, lalu menukik ke bawah. Eh, ternyata malah ngebentur mistar gawang. Kalau gue ada didekat Tsubasa, gue pengen banget bilang gini sama dia “Makanya, kalau ancang – ancang itu jangan kelamaan, kumat lagi dan tuh encok lo, akurasi tendangan berkurang, bolanya jadi nggak masuk ke gawang. Gagal deh lo dapet bonus dari pelatih.”
Tsubasa pun nangis dipinggir lapangan, karena gagal dapet bonus.
Seperti biasa, karena kebegoan gue waktu kecil, gue pun jadi makin terobsesi pengen jadi kayak Tsubasa. Sore itu, gue lagi maen bola dilapangan kecamatan sama temen – temen gue. Tim gue udah kalah 3-0, akhirnya gue langsung berinisiatif buat melakukan tendangan jarak jauh. Kick off dimulai, gue langsung mengambil ancang – ancang, dan siap melesatkan tendangan jarak jauh. *WUSH* bola yang gue tendang langsung terbang, kemudian menukik kebawah, gue yakin pasti bakalan masuk. Dugaan gue tepat, ternyata bolanya masuk dengan sempurna. Tapi, bukan masuk ke gawang lawan, melainkan masuk ke dalam panci pedagang cilok yang lagi nongkrong dipinggir lapangan. Mampus gue.
Dari kejauhan gue liat, pedagang cilok itu mengambil bola dari pancinya, lalu mengambil pisau dari laci gerobaknya. Dan tak lama kemudian bola sepak gue yang dibeliin emak dua hari yang lalu berhasil terbelah menjadi dua dengan sempurna. Sial.
Hikmah, yang bisa gue ambil dari Film Captain Tsubasa adalah, janganlah kalian mencoba mempraktekan tendangan jarak jauh kayak gue, karena sesungguhnya tendangan jarak jauh itu dapat menyebabkan encok yang berkepanjangan, lihatlah gue, selesai melakukan tendangan jarak jauh, encok gue malah kumat selama seminggu. Ngenes banget.
“ACEP, BURUAN MANDI, TERUS BERANGKAT NGAJI.” Emak teriak dari dalam rumah.
“Iya, Mak..” Gue mandi dulu ya, Emak udah ngomel – ngomel mulu dari tadi. Bye.
Nah, gimana, udah pada ingetkan sama film yang barusan gue flashback ? sebenernya masih banyak lagi sih film yang pengen gue kasih tau. Film – film itu yang mengiringi masa pertumbuhan gue dari kecil sampai gede, dari gue belum numbuh jakun sampai yang numbuh malah p******a. Oke yang terakhir gue bercanda.
Banyak pelajaran yang bisa gue ambil dari film – film itu. Kayak sifat pantang menyerah demi menggapai impian seperti difilm tamiya dan captain Tsubasa. Terus sifat tolong – menolong kayak difilm kamen rider. Difilm Doraemon kita diajarkan untuk selalu bersyukur dengan apa yang kia miliki. Sedangkan difilm Crayon Shinchan ? ENGGAK ADA. DARI KECIL SAMPAI GEDE GUE NONTON FILM SHINCHAN. DIA MALAH MENGAJARI GUE SERIBU SATU CARA GODAIN CEWEK DIATAS UMUR, ATAU TRIK MENGGOMBALI TANTE –TENTE. TERKUTUK KAU SHINCHANNN !!!!!