Cahaya matahari menerpa wajah Helena. Dia membuka mata perlahan. Hal pertama yang ditemukan oleh Helena adalah selimut biru muda yang memeluk punggungnya. Terakhir dia ingat, tak ada kain tebal itu di sana. Helena lalu memutar pandang. Entah sebab takut ditinggalkan atau sekadar ingin memastikan, Helena mencari keberadaan Julian. Akan tetapi, Helena tidak bisa menemukan lelaki itu di sana. Helena beranjak dari kursi. Sarah masih tertidur, sehingga Helena memutuskan untuk mencari Julian. Belum sempat dia melangkah melewati pintu kamar itu, Julian muncul di ujung lorong dengan dua gelas kopi di tangannya. “Selamat pagi, Sayang. Kamu sudah bangun?” tanya Julian, lalu menyerahkan salah satu gelasnya ke Helena. “Pagi. Aku pikir kamu sudah pulang,” jawab Helena usai menerima minuman panas it

