Bab 20: Permintaan Maaf

1093 Kata

Aku yakin wanita itu sangat kesal. Ya ampun, demi apa hatiku sesenang ini. Mesem-mesem terus, nih, dari tadi. "Sayang, tapi jangan sampai cium-cium kening, ya, di depanku," ucap Tiara lagi. Ternyata wanita itu belum juga lelah mengajukan keberatan. "Sayang, kumohon. Jangan ajukan persyaratan yang berat. Aku ngga tau nanti bagaimana. Karena kalau di depan keluarga aku harus bersikap baik pada Nadia." "Ah! Serah, deh!" Aduh, Tiara. Belum juga dimulai, tapi kamu sudah uring-uringan saja. Tak ada lagi yang berkomentar. Mobil melaju kencang di jalan raya. Kami harus cepat tiba di bandara. Para orang tua telah menunggu lama di sana. Beberapa saat kemudian, mobil yang kami tumpangi tiba di bandara. Aku dan Tiara mengikuti arahan Hadi untuk turun dari mobil. Sementara ia berlalu ke arah park

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN