Bab 21: Hadi Kerasukan?

1049 Kata

Apa sebenarnya yang diinginkan lelaki itu? Dulu dia bersikeras mau berpisah denganku, tapi sekarang malah melarang agar aku jangan pernah berpikir untuk lari darinya. Dia pikir dengan statusnya sebagai suami, lalu bisa memerintah sesuka hati? Statusnya saja suami, tapi perlakuannya tidak! "Sini!" serunya sambil meraih tanganku. Tak kugubris. Mataku mengembun membuat penglihatanku mengabur. Lelaki itu menggenggam jemariku dan sebelah tangannya lagi memijit pergelangan tanganku. Tanpa kata, hanya sentuhannya yang berbicara di tengah laju taksi yang membelah jalan raya. "Maaf jika selama ini aku terlalu kasar." Kalimat yang ia lontarkan berhasil membuat air mataku mengalir sempurna. "Kenapa meminta maaf? Apa kamu sudah lelah menyakitiku?" tanyaku lugas. Meski air mata tak henti mengali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN