"Indira?" "Ahh, ya saya mengenalnya hanya sebatas urusan pekerjaan jadi tidak tahu harus menjawab apa." Pria itu tersenyum kikuk. "Tapi karena saya memutuskan untuk lebih serius dengan Rania jadi saya pikir saya juga perlu mengenal Indira yang akan menjadi adik saya juga." Semua orang diam, Mamanya hanya tersenyum tipis meski Rania bisa melihat jelas bagaimana wanita itu tidak suka dengan jawaban Dave. Acara makan malam tersebut menjadi sedikit canggung bagi orang tua Rania dan adiknya namun Dave sendiri masih tidak menyadari hal itu, ia bersikap sebagaimana seharusnya saja. "Mau ngobrol sambil minum teh?" Papa Rania memberi tawaran kepada tamunya itu. Dave mengangguk setuju, kebiasaan yang sama dengan di rumahnya. "Kebetulan ada yang ingin saya bicarakan juga." Rania membuatkan teh d

