"Papa tahu kalau Rania tidak akan melakukannya." Jawab gadis itu sambil menyeka sudut bibirnya dengan serbet. Ia masih terlihat tenang meski dalam hatinya sudah bergejolak kumpulan kata-kata kasar yang ingin sekali ia ucapkan, bagaimana tidak, keluarganya datang seenak mereka kemudian kembali mengambil alih hidup Rania. "Rania tidak tahu kenapa Papa dan Mama selalu menjadikan Rania tumbal untuk semua urusan yang ingin kalian capai, dan menjadikan Indira ratu dalam istana yang kalian bangun. Rania tidak akan mengeluh Pah ...," "Itu pilihan Papa dan Mama, dan hidup Rania sekarang juga pilihan Rania." Wanita itu mengambil hand bag yang berada di kursi sampingnya beserta beberapa berkas yang baru saja ia periksa dan perlu ia bawa. Rania berdiri dan pergi mengabaikan keluarganya yang menurut

