36. Aku Rindu. Matahari tepat di atas kepala. Sinarnya terik menembus jendela- jendela kamar hotel. Pancarannya menembus ke celah-celah tirai. Hawa panas menyelimuti tubuh. Angin sepoi menggerakkan dedaunan di samping kamar hotel. Sungguh terik matahari di siang ini. Reymond mencoba memejamkan mata. Berkali-kali ia memeriksa layar ponsel tak kunjung mendapat pesan dari istrinya. Pria itu, benar-benar mati gaya tidak tahu apa yang harus dilakukan. Pria itu melempar selimutnya kesal. Ia sudah berusaha untuk tidur tetap tidak bisa. Hanya berkali-kali bolak-balik memeriksa layar ponselnya. Reymond bangkit dari tidurnya. Ia berdiri dan meregangkan otot-otot tubuhnya menarik kedua tangannya ke atas, ke samping, lalu ke bawah. Tak lupa ia menggerakkan kepalanya memutar. Kemudian, berjalan ke

