38. Malu tapi Mau. Mobil Reymond berhenti di garasi. Melihat Arlyn yang sudah tertidur. Ia kembali menggendong istrinya itu. Ketiga pelayan di kediaman rumah Reymond, keheranan. Tiba-tiba, pemilik rumah pulang begitu saja, tanpa menelefon terlebih dahulu. Mendengar mobil berhenti di garasi, Desi berjalan cepat ke pintu depan. Ia menarik handle hingga pintu terbuka. “Selamat datang, Tuan,” sapa Desi menunduk hormat. “Buatkan dua coklat hangat,” titah Reymond dengan suara pelan. Tidak ingin membangunkan Arlyn yang sudah terlelap. “Baik.” Desi berlalu ke dapur. Reymond membawa Arlyn ke dalam kamarnya di lantai dua. Perlahan Reymond merebahkan tubuh istrinya. Berusaha agar Arlyn tidak bangun. Setelah itu, ia membentangkan selimut untuk menyelimuti tubuh istrinya. Reymond beran

