39

1035 Kata

39. Perhatian Reymond. Pagi hari, Reymond terjaga lebih dahulu. Mentari pagi yang terlihat di ufuk timur semakin meninggi. Sinarnya, masuk menembus celah-celah jendela. Melewati tirai kamar. Memberikan semangat dan harapan, untuk menyapa hari baru. Puluhan panggilan masuk dari Auntie Jenny sengaja Reymond abaikan. Tidak ingin berbicara dengan wanita itu. Dia masih merebah, berada di selimut yang sama dengan Arlyn. Pria itu memeriksa suhu tubuh Arlyn dengan punggung tangannya. Merasa lega karena suhunya sudah kembali normal. “Manis.” Reymond menatap wajah Arlyn. Sudah tiga puluh menit, ia melakukan kegiatan itu. Tidak pernah merasa bosan juga. Yang ada ia, semakin tenggelam dan ingin sekali hidup bersama Arlyn dalam kedamaian. Bukan di suasana seperti sekarang. Pria itu mendengus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN