Ketika pagi tiba, Verrel masih setia berada di kasurnya. Padahal alarm yang ia setel sebelum pergi tidur sudah memohon-mohon untuk segera dimatikan. Sayangnya, Verrel enggan untuk bangun sekadar mematikan alarm itu. Matanya terasa berat untuk membuka. Maklum lah, ia kelelahan karena kurang istirahat selama seminggu belakangan dan kemarin sempat mabuk laut saat perjalanan pulang. Verrel masih melanjutkan tidurnya sampai alarm itu bosan sendiri untuk berdering. Selanjutnya jam bergulir cepat tanpa Verrel sadari. Bangun-bangun, ia mendapati kalau matahari sudah cukup terik. "Jam berapa sekarang?" tanya Verrel kepada dirinya sendiri dengan suara parau khas orang baru saja bangun tidur. Matanya langsung terbelalak kaget mendapati bahwa sekarang jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang. Ver

