Meski akhirnya mereka tiba di tujuan dengan selamat, namun Shana, Agatha, dan Verrel sama-sama merasa diri mereka antara ada dan tiada, sadar dan hampir tidak sadar. Bahkan Shana sempat limbung ketika pertama kali menginjakkan kaki di luar mobil. Agatha buru-buru mencari sandaran. Dan Verrel masih berusaha tampil cool meski sebenarnya sudah akan tumbang saja. Jelas cara menyetir Arthur yang barusan itu seratus delapan puluh derajat berbanding terbalik dengan kebiasaan Verrel yang menyetir kala mereka harus pulang atau pergi ke kampus bersama. Verrel biasanya mengemudi dengan santai, masih sempat lah untuk membiarkan penumpangnya saling mengobrol dan tidak tegang serta mematung seperti ketika menumpang mobil Arthur. "Tobat gue tobat," kata Agatha sambil menghampiri Verrel dan bergelayut m

