“Oma!” seru Barra dan Kayana secara bersamaan. Mata keduanya berhasil terbuka lebar saat melihat keberadaan Oma Luna ada di tengah-tengah mereka saat ini. “Oma ngapain?” tanya Kayana. Oma merasa heran dengan pertanyaan cucunya itu.”Kok kamu tanyanya gitu sih. Emangnya Oma nggak boleh berkunjung ke rumah kalian,” sahut Oma Luna. “Bu-bukan begitu Oma maksud Yana, tapi ini sudah malam. Oma sama siapa?” tanya Kayana penuh kekhawatiran. “Sama Doni,” sahut Oma Luna yang kembali melangkahkan kakinya mendekat ke arah mereka. “Makan Oma,” tawar Barra. “Oma tadi sudah makan, dan langsung ke sini,” sahutnya. Oma Luna bergabung di meja makan. Ia memperhatikan interaksi sepasang suami istri di depannya yang diam saja tanpa bersuara. “Kalian kenapa jadi diam seperti ini?” tanya Oma Luna. “

