“Kamu hobby banget ya, tampar orang,” protes Barra. “Sini saya balik tampar kamu, biar kamu rasakan sakitnya,” lanjut Barra lagi, yang sudah siap melayangkan tangannya. Namun, Barra tidak benar-benar melakukannya ia hanya mengancam saja. “Awas kalau berani, makanya jadi orang jangan asal main tempel aja, ingat kita hanya sebatas suami istri status saja dan nggak lebih. Status aja suami-istri tapi yang lain tidak.” Kayana kembali mengingatkan perjanjian pernikahan di awal. “Memangnya kenapa saya kan suami kamu jadi saya berhak melakukan apa saja,” sahut Barra. “Jangan coba berani-berani,” ancam Kayana sudah mulai menjauhkan tubuhnya dari Barra. “Memangnya kamu mau apakan saya,” tantang Barra. Barra kini kembali mendekatkan tubuhnya dengan Kayana, Kayana dikurungnya dalam kungkungan

