Chapter 28

2541 Kata

Malam itu.... Langit begitu cerah dengan ditandai banyaknya bintang menyinari malam. Ditemani bulan sabit yang ikut tersenyum seolah tahu perasaan makhluk di bawahnya. Suara angin pun menjadi saksi, bisikan kerinduan dari hati seorang pria kepada kekasihnya. Berharap bintang, bulan dan angin berkonspirasi menyampaikan salam rindu kepada bidadari cantik miliknya. Sebuah lengkungan tergambar jelas di wajah untuk mewakili isi hatinya. Ketika pertama kali pria itu menginjakkan kaki di bandara, rasanya tidak sabar ingin cepat ke suatu tempat. Kerinduan pada kekasihnya yang membuat tidak sabar ingin segera bertemu kemudian membawanya ke dalam pelukan. Karena tidak ada obat bagi dua orang yang saling merindu, selain pertemuan. Satu jam setelah kepulangannya ke Indonesia, ia memilih untuk ke ap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN