Chapter 70

2030 Kata

Kanaya bersimpuh di kaki eyang seraya meminta maaf dan menangis sesenggukkan. Sejak dinyatakan bahwa janin yang ada di rahimnya tidak bisa diselamatkan, air mata itu tidak keluar. Ia hanya shock. Di depan sahabat-sahabatnya ia bisa menunjukkan wajah kuat. Namun saat ini, di depan eyang pecah sudah tangisnya memenuhi lorong rumah sakit. Bahkan siapa pun yang menengar ikut merasakan rasa sakitnya itu. "Nay, ssstt sudah kamu nggak salah." Eyang membawa tubuh Kanaya untuk bangun. Tidak pantas Kanaya bersimpuh begini di hadapannya. "Maaf, Eyang maaf..." hanya kata maaf yang bisa keluar dari bibirnya. Kanaya tidak sanggup lagi harus berkata apa. Eyang menangkup wajah Kanaya. Ia menghapus air mata yang mengalir di pipinya itu. "Nay kamu nggak perlu menyalahkan diri sendiri. Nggak ada yang m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN