Koridor kampus yang selalu menjadi tempat orang – orang berdiri sambil mengobrol, bahkan ada pula yang berkumpul sampai menghalangi jalan kini, menjadi pijakan kaki Rain dan Andin yang sudah bersiap untuk pulang. Rain menengadahkan kepalanya, menatap langit siang ini yang tampak gelap di halte kampus masih bersama dengan Andin. Ketika ada sebuah motor yang berhenti di halte tersebut, Rain segera menolehkan kepalanya ke arah Andin sebagai isyarat bahwa dirinya akan pulang lebih dulu karena ojol yang ia pesan sudah sampai. “Andin, Rain pulang duluan, ya.” Andin mengangguk pelan, menyunggingkan senyumnya mempersilakan Rain untuk pulang lebih dulu. “Iya, take care. Dah ....” Andin melambai – lambaikan tangannya tatkala motor yang Rain tumpangi sudah melaju. Di sepanjang perjalanan Rain ha

