BAB 28 Sya, Maaf Tak Cukup

1302 Kata

Ruang dosen sore itu kembali hening setelah pintu tertutup. Tapi gema langkah Marsya dan kata-katanya masih terngiang di kepala Leon__ “Aku akan cari cara supaya dunia tahu siapa aku buat kamu.” Leon duduk di kursi yang tadi diduduki Marsya. Tangannya menutupi wajah. Untuk pertama kalinya, ia merasakan sesuatu yang lebih menakutkan dari sekadar cinta yang retak__ ancaman dari cinta yang terluka. -----Beberapa hari berikutnya, suasana kampus terasa berbeda. Bukan hanya bagi Leon, tapi juga bagi semua orang di sekitarnya. Bisik-bisik mulai terdengar di koridor fakultas ekonomi. "Eh, katanya dosen Marsya itu deket banget sama asistennya .…” “Iya, yang biasa dipanggil Mr. Leon itu, kan? Yang sering ngopi di taman belakang?” Tawa pelan dan tatapan aneh mulai mengikuti langkah Leon ke mana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN