Langit sore mulai berwarna jingga keemasan ketika peluit pabrik rokok berbunyi panjang, tanda jam kerja telah usai. Laras melangkah keluar dari gerbang pabrik dengan wajah lelah tapi lega. Bau tembakau yang menempel di baju seragamnya terasa akrab di hidung, sementara angin sore menyapu lembut helaian rambutnya yang sedikit kusut. Di tepi jalan, ia berdiri menunggu bus yang akan mengantarnya pulang. Lalu lintas sore itu cukup ramai , deru kendaraan, klakson bersahut-sahutan, dan cahaya matahari yang mulai merendah menembus debu jalanan menciptakan bayangan-bayangan panjang di aspal. Tak lama kemudian, bus kota berwarna biru berhenti di depannya. Laras melangkah naik, membayar ongkos dengan uang pas, lalu mencari tempat duduk di dekat jendela. Dari sana, ia bisa melihat langit yang perlah

