BAB 26 Kedatangan Marsya

1251 Kata

Siang itu, matahari menggantung tinggi di langit. Sinar teriknya menembus celah-celah daun tanaman bunga anggrek di halaman rumah keluarga Leon. Udara hangat bercampur dengan aroma teh melati yang baru diseduh oleh mamanya Leon di dapur. Leon duduk gelisah di ruang tamu, melirik jam dinding yang berdetak pelan di atas rak televisi. “Pah… katanya Marsya sudah mau sampai,” ucapnya sambil berdiri dan mengintip ke arah jendela depan. Papanya, seorang pria berusia lima puluhan dengan wajah tegas dan rambut mulai beruban, masih asyik membaca koran. Tanpa menoleh, ia hanya berdehem pelan. “Sabar, Leon. Kamu ini dari tadi mondar-mandir terus.” Belum sempat Leon menjawab, suara mesin mobil terdengar berhenti di depan gerbang rumah. Leon menegakkan tubuhnya cepat. “Pah! Itu Marsya sudah datang!”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN