Semenjak pertemuan dengan teman lamanya itu, Panji sering mendapat pesan singkat berupa perhatian kecil dari Riska. Entah itu pertanyaan basa-basi sudah makan, atau sedang apa. Panji malas menanggapi, karena takut lama-lama nyaman dengan perhatian kecil dari Riska. Panji tak mau seperti itu. Panji benar-benar takut kalau hatinya terlanjur nyaman dengan Riska, hingga akhirnya tak bisa lepas darinya. Panji hanya ingin di hatinya ada Cintya. Seperti malam ini, saat Panji selesai membantu belajar Arkhan dan hendak masuk kamar untuk menidurkan Arkhan. Tiba-tiba terdengar notif wa di ponselnya. Panji pun membukanya, ternyata sebuah chat w******p dari Riska. Panji menghela napas dalam. [Hai Mas, maaf kalau malam-malam gini aku ganggu.] Pesan dari Riska. Panji yang membacanya merasa aneh. Tak

