Setelah kepergian Pak Dodi, Panji merasa sangat terpukul. Dia menjadi sedikit pendiam, juga sering melamun. Panji menyesal karena tak sempat memaafkan ayahnya. Pak Dodi pergi sebelum Panji memeluk dan memanggilnya ayah. Panji benar-benar terpukul. Namun, Panji beranggapan bahwa musibah yang menimpanya adalah teguran dari Allah agar semakin mendekatkan diri pada-Nya. Panji telah berjanji akan semakin rajin pergi ke masjid. Sampai saat ini Cintya masih belum berubah. Entah, kapan dia akan bersikap baik pada Panji. Tentang hubungannya dengan Samuel, Panji tak pernah lagi membahasnya. Panji tak peduli pada hubungan Cintya dan Samuel. Karena jika semakin dipikir, hatinya akan kian sakit. Panji akhirnya memutuskan untuk membiarkan sesuka hati Cintya. Tugas Panji adalah membuat Cintya jatu

