Panji dan Bu Iffah pun memutuskan untuk pulang, karena mereka merasa sudah cukup lama berada di taman. Namun, saat hendak melangkah pergi, tiba-tiba muncul Cintya bersama Samuel. Panji kaget melihat kedatangan Cintya. “Ternyata ada yang pacaran di sini? Pantas aku bangun tadi udah nggak ada. Ternyata ini keperluannya?” Cintya tersenyum sinis pada Panji. “Ini nggak seperti yang Mama bayangkan. Aku sama Iffah nggak ada hubungan apa pun, berbeda dengan Mama dan Samuel.” Panji berusaha berkata dengan tenang. “Oh, jadi tadi habis nasihatin aku untuk ngejauhin Cintya dan cari wanita single langsung ke sini, nemuin pacar kamu? Dasar munafik!” Samuel tersenyum sinis. “Loh, tadi habis nemuin kamu?” tanya Cintya. “Iya, dia nyuruh aku ninggalin kamu. Enak saja main nyuruh-nyuruh. Orang kita

