Sepulang dari pantai, Panji tidak langsung menuju rumah, tapi dia ingin menenangkan diri dulu. Panji pergi ke taman, suasananya menenangkan menurut Panji. Pria itu duduk di bangku taman sambil menyaksikan pasangan muda-mudi menjalin kasih. Panji menghela napas panjang. Entah, dia merasa hidup ini tidak adil. Sejak kecil dia hidup di keluarga yang tidak utuh. Lalu, saat menikah dia dikhianati oleh istrinya. Namun, Panji sama sekali tak ada niat untuk membalas perbuatan sang istri. Panji mendongak mencegah supaya air matanya tidak jatuh. Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya membuatnya Panji menoleh. Tampak seorang wanita berjilbab tersenyum ke arah Panji. “Iffah,” lirih Panji. Bu Iffah tersenyum. “Mas Panji kenapa ada di sini, mana Arkhan?” tanya Bu Iffah. “Arkhan di rumah sama

