“Arkhan, sini sama Kakek dan Nenek. Kita nanti terus pergi makan malam ke restoran mewah, kita pergi bareng-bareng Mama, Nenek, terus Om Samuel.” Pak Darto berkata pada Arkhan dengan senyum mengembang. Arkhan menggeleng. Pak Darto pun mengernyit heran. “Loh kenapa nggak mau? Kita nanti makan enak,” bujuk Pak Darto lagi. “Nggak, Arkhan maunya sama Ayah. Kalau Ayah ikut, Arkhan juga ikut.” Arkhan terus menggenggam tangan Panji. Membuat Panji begitu terharu. “Kamu racuni apa pikiran Arkhan?” tanya Bu Siska menatap tajam ke arah Panji. “Panji nggak mengatakan apa pun pada Arkhan. Arkhan bisa menilai sendiri mana yang tulus pada Arkhan, mana yang nggak. Lagi pula selama ini yang merawat Arkhan, Panji, Ma. Bukan mamanya,” ucap Panji menatap Cintya. Cinty

