Cintya Semakin Berani

1174 Kata

Pagi harinya semua kembali normal. Panji bersikap seolah-olah tak terjadi apa pun semalam. Ya, dia mencoba melupakan kejadian semalam meskipun dalam hati masih bergemuruh. Begitu juga dengan Cintya, dia bersikap tanpa dosa. Cintya sama sekali tak menyadari kesalahannya. Pagi ini, langit tampak pekat. Mendung menggelayut manja di angkasa. Matahari masih malu-malu keluar dari persembunyiannya. Padahal jarum jam sudah menunjukkan pukul 06.00. Alam seolah-olah mengerti akan jiwa dan hati Panji yang gundah gulana. Namun, Panji harus bersikap normal. Dia harus bisa tetap mempertahankan Cintya. Panji akan terus berusaha untuk merebut hati Cintya kembali dari genggaman Samuel. “Ayah! Cepetan dong! Mama sudah kesiangan ini!” teriak Cintya dari bawah. Panji bergegas meraih kontak motor dari nak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN